Viral

Saham-saham Pilihan di Tengah Aksi Realisasi Untung di Bursa Saham

Hingga penutupan sore nanti, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah diprediksi pelemahannya oleh para analis lantaran negatifnya sentimen dari bursa global, penurunan beberapa harga komoditas dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Pada sesi pertama pertama perdagangan Kamis (6/1/2022) hingga pukul 10.14 WIB, IHSG melaju di zona negatif 39,792 poin (0,60%) ke posisi 6.622,507. Posisi tertingginya di angka 6.679,851 atau menguat 17,552 poin dan terendahnya di 6.616 atau melemah 46,299 poin dari posisi pembukaan di angka hijau 6.674,852.

Pengamat dan praktisi pasar modal Sem Susilo memperkirakan risiko di Bursa Efek Indonesia bersifat terbatas. “Pelemahan IHSG hari ini mengikuti koreksi yang terjadi di Dow Jones tadi malam akibat volatilitas saham-saham di sektor tehnologi,” katanya dalam riset dikutip Kamis (6/1/2022).

Sektor teknologi, dijelaskan pengasuh Saham Pemenang ini, sangat volatile karena saham-sahamnya sudah ‘terbang’ tinggi. “Buktinya, saham-saham besar non-teknologi, seperti Caterpillar, Cocacola, dan lain-lain justru berhasil cetak gain,” timpal Sem.

Bagi pelaku pasar atau investor, Sem menyarankan untuk tetap fokus pada saham-saham sehat di harga dasar. “Semua saham pilihan kita adalah saham-saham sehat di harga dasar. Jika pasar bull, mayoritas portofolio kita juga bull,” ucapnya tandas.

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, hari pertama dan kedua, IHSG dibuka menguat. Investor gegap gempita menyambutnya dan melihat IHSG akan lenggang-kangkung dengan mudahnya menuju kelevel 7.000.

Pada hari ketiga, lanjut dia, ketika IHSG dilanda aksi profit taking dengan turun 0,49%, investor menganggap wajar. Sebab, penurunan tersebut terjadi setelah naik dua hari sebesar 1,72%. “Kita tunggu apa reaksi investor ketika Kamis ini IHSG berpotensi kembali dilanda aksi profit taking alias turun kembali,” ungkap Edwin.

Penurunan IHSG mendapat katalis negatif seiring turunnya Indeks DJIA sebesar 1,07%, EIDO 1,59% serta turunnya harga beberapa komoditas, seperti: nikel 2,02% dan emas 0,26%.

“Penurunan itu terjadi di tengah kembali naiknya yield obligasi AS untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing sebesar 8,59% dan 2,03% yang juga berpotensi mendorong kenaikan yield obligasi Indonesia serta memicu kejatuhan Rupiah menuju level Rp 14.400,” papar dia.

Di atas semua itu, Edwin memperkirakan, laju IHSG Kamis ini berada dalam kisaran support 6.596 dan resisten 6.691. Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi berada dalam kisaran 14.290 hingga 14.425 per dolar AS.

Edwin merekomendasikan beberapa saham pilihannya dengan syarat dan ketentuan berlaku:

  1. Rekomendasi beli saham SAMF dengan support Rp1.100 dan resisten Rp1.220. Strong buy di Rp1.160 dengan target harga di Rp1.220 dan stop loss di Rp1.100;
  2. Saham MAPI dalam kisaran support Rp740 dan resisten Rp820. Rekomendasi beli di Rp780 dengan target harga di Rp820 dan stop-loss di Rp740.
  3. Saham BBRI dalam kisaran support Rp4.000 dan resistance R4.420. Rekomendasi strong buy di Rp4.210 dengan target harga di Rp4.420 dan stop-loss di Rp4.000.
  4. Saham ACES dalam kisaran support Rp1.315 dan resistance Rp1.460. Rekomendasi beli di Rp1.385 dengan target harga di Rp1.460 dan stop loss di Rp1.315.
  5. Saham SILO dalam kisaran support Rp8.300 dan resistance Rp9.200. Rekomendasi strong buy di Rp8.750 dengan target harga di Rp9.200 dan stop-loss di Rp8.300.
  6. Rekomendasi beli saham-saham lainnya adalah ICBP, MYOR, MEDC, CPIN, dan KLBF.

Sebanyak 158 saham menguat, 395 saham melemah, 178 saham stagnan, dan 156 saham belum ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp3,88 triliun dan Rp198,3 miliar di pasar  negosiasi. Total transaksi mencapai Rp4,08 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp1,002 triliun dan penjualan saham senilai Rp760,2 miliar. Alhasil, investor asing berposisi beli bersih alias net foreign buy senilai Rp242,3 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button