Uncategorized

Kisah Akhlak Para Wali: Abu Yazid dan Pemuda Kaya

Abu Yazid Al-Busthomi ra sering mengunjungi pemakaman. Pada suatu malam, ketika pulang dari sebuah pemakaman, beliau berpapasan dengan seorang pemuda kaya yang sedang memainkan sebuah kecapi.

“Semoga Allah melindungi kita semua,” ujar Abu Yazid.

Mendengar doa itu si pemuda menyerang Abu Yazid dan memukul kepala beliau dengan kecapinya. Kepala Abu Yazid berdarah dan kecapi itu sendiri pecah.

Ternyata pemuda tersebut dalam keadaan mabuk dan tidak menyadari siapa gerangan orang yang diserangnya.

Abu Yazid tidak mengambil hati dan terus saja pulang ke rumahnya. Keesokan harinya Abu Yazid memanggil salah seorang muridnya dan berkata, ” Berapakah harga sebuah kecapi? ”

Setelah si murid memberitahu harga kecapi, Abu Yazid segera membungkus uang seharga kecapi tersebut beserta beberapa makanan dan mengirimkannya kepada pemuda yang memukul kepalanya itu.

“Sampaikan kepada pemuda itu bahwa Abu Yazid meminta maaf kepadanya. Katakan kepadanya bahwa semalam ia menyerang Abu Yazid dengan kecapinya hingga kecapinya pecah. Sebagai gantinya, terimalah uang ini dan belilah kecapi yang baru.

Sedangkan makanan ini adalah penawar hatimu karena pecahnya kecapimu “, ucap Abu Yazid.

Pemuda itu menyadari perbuatannya, ia segera mendatangi Abu Yazid untuk memohon maaf.

la pun kemudian bertobat. Begitu banyak pemuda-pemuda lain yang menyertainya.

Hikmah di Balik Kisah

Betapa sering kita hadapi kebodohan seseorang dengan amarah dan emosi yang menghabiskan tenaga dan menimbulkan perasaan suntuk. Padahal Allah telah mengajarkan agar kita menyikapi kebodohan seseorang dengan kelembutan. Allah mewahyukan:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا .

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,” (QS. Al-Furqan Ayat 63)

Kelembutan Abu Yazid membuahkan hasil, hidayah pun turun dan sang pemuda bertobat. Semua itu berkat kelembutan hati dan sikap penuh kasih dalam berdakwah.

[Kalam Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button