Hangout

6 Penyakit Menular yang Muncul saat Musim Hujan dan Banjir

Belakangan ini Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia dilanda hujan dan timbul banjir. Melihat kondisi tersebut, ada beberapa masalah kesehatan yang timbul dari banjir tersebut. Hal ini tentunya harus terus diwaspadai karena menimbulkan penyakit menular.

Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, setidaknya ada enam penyakit menular yang muncul saat musim hujan dan banjir melanda.

Berikut adalah tujuh penyakit menular yang perlu Anda ketahui:

1. Penyakit Diare

“Penyakit Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada saat banjir, maka sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar,” kata Prof. Tjandra melalui pesan singkatnya kepada Inilah.com, Jakarta, Sabtu, (08/10/2022).

Selain itu disaat banjir ada kemungkinan akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Hal tersebut potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

Untuk ini maka ada empat anjuran untuk mencegah Diare:

1. Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang air besar (BAB)

2. Membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari

3.  Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal, serta tidak lupa

4. Menghubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala Diare.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Adanya musim hujan biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam dengue atau yang biasa kita kenal sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Hal ini dikarenakan pada musim hujan banyak sampah, misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu, yang akhirnya menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk sebagai penular penyakit,” papar Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Karena itu diingatkan kembali tentang gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

3. Penyakit Leptospirosis

Penyakit Leptospirosis, yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Leptospira, dan ditularkan melalui  kotoran dan air kencing tikus.

“Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut,” papar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit itu.

Dia menambahkan, seseorang yang mempunyai luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan akan menjadi jatuh sakit.

Berikut adalah empat langkah antisipasi tertular penyakit Leptospirosis:

1. Menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, dengan selalu menjaga kebersihan

2. Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama jika mempunyai luka

3. Menggunakan pelindung misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir

4. Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.

4. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di musim hujan sangat tinggi.

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

“Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus,” paparnya.

5. Penyakit Kulit

Peningkatan penyakit kulit, baik berupa infeksi, alergi atau bentuk lain.

“Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik,” kata Tjandra Yoga.

6. Penyakit di saluran cerna

Hal yang perlu diantisipasi adalah  penyakit cerna lain, misalnya demam tifoid, dan lain-lain.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button