Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog. Penting untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Dalam pernyataannya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/2/205), Mentan Amran menyampaikan, Presiden Prabowo telah memanggilnya untuk membahas isu produksi beras dan penyerapan gabah dalam upaya mengatasi surplus produksi.
“Badan Pusat Statistik kemarin mengumumkan bahwa produksi beras Januari, Februari, Maret itu naik 50 persen dibanding tahun lalu, dengan total produksi mencapai 8 juta ton,” kata Mentan Amran.
Bahkan, BPS memperkirakan produksi hingga bulan April mencapai 13 hingga 14 juta ton, yang berarti terdapat surplus sekitar 4 juta ton dalam periode Januari-April, kata Amran.
Menurut Mentan Amran, surplus gabah tersebut harus segera diserap oleh Bulog untuk mencegah dampak negatif terhadap petani. “Ke depan, kami diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk mempercepat penyerapan gabah. Karena ini adalah momentum yang paling baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Amran mengatakan bahwa rata-rata harga gabah di seluruh Indonesia saat ini berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per Kg.
“Tetapi kalau kita bedah per provinsi, di 70 persen provinsi itu harga gabah di bawah HPP. Kemudian kurang lebih 30 persen di atas HPP,” katanya.
Untuk itu, Kementan bersama Bulog dan Kementerian BUMN akan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan penyerapan gabah berjalan efektif.
“Insha Allah, kami akan maraton memantau bersama pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.