PSIM Yogyakarta keluar sebagai juara Liga 2 2024/2025 usai menumbangkan Bhayangkara Presisi FC 2-1 di partai final yang berlangsung di Stadion Manahan, Surakarta, Rabu (26/2/2025).
Dua gol Laskar Mataram, julukan PSIM dicetak Rafael Rodrigues alias Rafinha di menit ke-8 dan Roken Tampubolon di menit ke-96 babak perpanjangan waktu. Sementara, Bhayangkara sempat memperkecil kedudukan di menit ke-71 lewat aksi Felipe Ryan
Jalannya laga
PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Kehadiran puluhan ribu suporter Laskar Mataram yang memadati Stadion Manahan, Solo, menjadi suntikan semangat bagi anak asuh Erwan Hendarwanto.
Tak butuh waktu lama bagi mereka membuka keunggulannya. Laga baru berjalan delapan menit, Rafael Rodrigues alias Rafinha berhasil membobol gawang Bhayangkara Presisi FC lewat tembakan bebasnya yang gagal diantisipasi kiper Awan Setho Raharjo.
Tertinggal satu gol membuat Bhayangkara keluar menyerang. Di menit ke-16 peluang emas lahir dari kaki Frengky Missa yang melepas tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Sayang, bola sepakannya masih menyamping di sisi kanan gawang.
Tiga menit berselang, skema yang sama coba diperagakan Missa. Lagi-lagi, tembakan tidak menembus jalan gawang lantaran mampu diamankan kiper Harlan Suardi.
Pertandingan berlangsung ketat hingga menjelang akhir babak pertama. Meski lebih dominan dalam penguasaan bola, The Guardians, julukan Bhayangkara kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Sementara itu, PSIM memilih untuk menurunkan tempo dan fokus bertahan.
Di menit ke-39, Dendy Sulistyawan mencoba mengancam gawang PSIM lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, upayanya masih belum membuahkan hasil.
Namun tak lama setelah itu, PSIM kembali membuat peluang berbahaya lewat aksi sang kapten Rendra Teddy Wijanarko yang melepas tendangan terukur dari jarak 25 meter. Sayang, bola sepakannya masih dapat ditepis penjaga gawang Bhayangkara.
Jual beli serangan terus tersaji, namun hingga wasit meniup peluit tak ada gol pembeda tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan PSIM Yogyakarta bertahan hingga turun minum.
Setelah turun minum, wasit Rio Permana Putra sempat melanjutkan pertandingan. Namun, derasnya hujan membuat beberapa area lapangan tergenang, sehingga aliran bola terganggu dan permainan tidak bisa berlangsung dengan lancar.
Hanya beberap detik setelah meniup peluit dimulainya babak kedua, ia kembali memutuskan menghentikan pertandingan. Para pemain dan staff termasuk perangkat pertandingan kembali ke ruang ganti.
Setelah terhenti selama 1 jam, kondisi lapangan perlahan membaik, dan pertandingan kembali dilanjutkan.
Bhayangkara Presisi FC melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk menarik Dendy Sulistyawan dan memasukkan Sani Rizki Fauzi. Namun, perubahan strategi tersebut belum memberikan dampak signifikan
Laskar Mataram yang mengandalkan serangan cepat dari sisi sayap tampil lebih efektif. Di menit ke-64, mereka nyaris mencetak gol lewat kombinasi satu-dua antara Rafinha dan Roken Tampubolon. Namun, penyelesaian akhir Roken yang sudah berhadapan dengan kiper masih terlalu lemah.
Alih-alih menggandakan keunggulan, PSIM justru kebobolan di menit ke-71. Felipe Ryan menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan setelah menerima umpan terukur dari Ruben Sanadi.
Skor imbang pun bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Enam menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu, PSIM kembali memimpin. Roken Tampubolon sukses mencetak gol, membawa tuan rumah unggul 2-1.
Memasuki babak kedua perpanjangan waktu, intensitas permainan tetap tinggi. Bhayangkara berupaya keras mengejar ketertinggalan, sementara PSIM lebih fokus menjaga keunggulan dengan permainan disiplin.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSIM pun memastikan kemenangan 2-1 dan meraih gelar juara Liga 2 2024/2025.