Liana Tasno, Sosok Dibalik Penantian 18 Tahun PSIM Yogyakarta Kembali ke Liga 1


Nama Liana Tasno langsung menyembul usai PSIM juara Liga 2, dan mengantongi tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Meski tak pernah tampak di deretan skuad Laskar Mataram saat bertanding di lapangan, peran Liana Tasno sangat vital di klub kebanggaan warga Yogyakarta tersebut.

Liana Tasno adalah Direktur Utama PSIM Yogyakarta, salah satu “pemain” kunci dibalik penantian 18 tahun PSIM berlaga di Liga 1.

Liana Tasno lahir pada 19 Juli 1984 dan bergabung dengan PSIM pada 2019. Ia memulai kariernya sebagai Wakil Direktur Komersial sebelum menjabat sebagai Direktur Utama pada Juli 2023, menggantikan Bima Sinung.

Sebelum memimpin PSIM, Liana memiliki pengalaman luas di dunia olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Brand dan Komunikasi di PSSI (2017-2018), terlibat dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, serta berkontribusi di liga basket nasional, Indonesian Basketball League (IBL), serta menjadi Direktur Marketing Communication & Sponsorship GOIFEX.

Meski punya CV mentereng di dunia olahraga, namun Liana tak serta merta menyulap PSIM. Sejak 2019, Liana perlahan men-transformasi PSIM. Tak hanya fokus pada strategi dan sepak bola, Liana mengembangkan bisnis dan keuangan klub jadi profesional dan berkembang.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang mampu memotong birokrasi yang berbelit, menjadikan manajemen PSIM lebih efisien.

“Yang terpenting bukanlah gender, melainkan kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan strategi klub,” ujarnya. Kini, setelah memastikan kembali ke kompetisi tertinggi di Indonesia, PSIM Yogyakarta dan Liana Tasno bertekad bersaing sepanjang musim, sambil mengintip peluang memberi kejutan untuk Liga 1 musim depan.