Viral

Ada Jasa Tito di Balik Moncernya Karier Ferdy Sambo

Minggu, 21 Agu 2022 – 16:44 WIB

Mungkin anda suka

Mendagri Tito Karnavian

Apabila tidak terjadi tragedi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J), bisa jadi Irjen Ferdy Sambo bakal memimpin Polri pada masa mendatang. Bahkan tanpa jabatan resmi Kapolri, eks Kadiv Propam Polri disebut Menko Polhukam Mahfud MD seperti memiliki kerajaan di Mabes Polri. Tito Karnavian punya peran vital atas moncernya karier Ferdy Sambo.

Sudah menjadi catatan sejarah Ferdy Sambo dekat dengan tiga Kapolri yakni Tito, Idham Azis dan Listyo Sigit Prabowo. Ferdy Sambo mengawalinya ketika menjabat Koorspripom Polri pada masa Tito. Selaku Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) dia menjadi Sekretaris Satgassus Merah Putih dengan ketua, Idham Azis pada 2017 yang lalu.

Relasi Tito dengan Ferdy Sambo terbangun ketika kedua figur dengan segudang pengalaman reserse berdinas di Polda Metro Jaya. Tito menjabat Kapolda sedangkan Ferdy Sambo bertindak sebagai Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Wadireskrimum). Ferdy Sambo turut terlibat menangani perkara bom Thamrin dan pengusutan racun sianida yang membuat namanya dikenal publik.

Ketika Tito ditunjuk Presiden Jokowi menjabat Kapolri, Ferdy Sambo ditarik ke Mabes Polri. Menjabat Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri yang hanya berjalan beberapa bulan sebelum menjadi Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri. Kedekatan ini semakin terasa ketika Tito mempercayainya mengomandoi para ajudan Kapolri (Koorspripim).

“Jadi memang menurut saya wajar kalau Pak Tito mendukung dia (Ferdy Sambo) karena dia memang dekat dan loyal,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso kepada Inilah.com, Minggu (21/8/2022).

Tito mencatat sejarah menjadi Kapolri termuda dengan usia 51 tahun 9 bulan ketika dilantik pada Juli 2016. Rekor ini dipecahkan Sigit yang menjabat Kapolri pada usia 51 tahun 8 bulan ketika dilantik Jokowi pada Januari 2021. Keduanya melongkapi empat angkatan di atasnya sewaktu memimpin Korps Bhayangkara.

Namun sejarah turut mencatat, Tito merupakan Kapolri terkaya berdasarkan LHKPN yang disetor ke KPK dengan total kekayaan mencapai Rp10 miliar lebih. Tito tercatat memiliki sejumlah aset di Palembang, Tangerang, Jakarta dan Singapura. Kekayaan Tito bahkan bertambah ketika dilantik menjabat Mendagri pada 2019 dengan total kekayaan mencapai Rp18,09 miliar.

Tidaklah berlebihan ketika Tito lengser dan pensiun dari Polri, bayang-bayangnya seperti terwakili oleh Ferdy Sambo. Apalagi pada masa Idham Azis, karier Ferdy Sambo terus meroket hingga menjabat Kadiv Propam Polri dan mengemban jabatan nonstruktural menjadi Kasatgassus Merah Putih. Jabatan Kadiv Propam selain prestisius turut membawa Ferdy Sambo mencatat sejarah menjadi jenderal bintang dua termuda.

Berdasarkan Sprin nomor Sprin/1246/V/HUK.6.6./2020 yang diterbitkan Kapolri Idham Azis, Ferdy Sambo memimpin 369 personel lintas bidang sebagai Kasatgassus Merah Putih. Sigit yang ketika itu menjabat Kabareskrim masuk dalam jajaran penasehat. Malahan ketika menjabat Kapolri, Sigit menerbitkan sprin baru melanggengkan posisi Ferdy Sambo sebagai Kasatgassus Merah Putih.

Kini Satgassus Merah Putih yang dibentuk pada masa Tito diklaim Polri telah dibubarkan. Seiring dengan itu sejumlah fasilitas judi di beberapa tempat digerebek. Karier Ferdy Sambo yang cemerlang warnanya menghitam. Cepat memulainya, tragis mengakhirinya. Dan Tito mewarnai karier sang jenderal muda itu.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button