Viral

Ada Kelalaian Polisi di Kanjuruhan, Kontras Desak Kapolda Jatim Mundur

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai tragedi Stadion Kanjuruhan adalah kelalaian dari aparat keamanan. Terlebih lagi, korban tewas disebabkan karena gas air mata yang ditembakkan di dalam stadion.

“Kami melihat ada kelalaian panpel dan tindakan aparat kemananan,” kata Sekjen Federasi Kontras, Andi Irfan.

Menurutnya, aparat keamanan yang menembakkan gas air mata mengakibatkan para penonton di dalam stadion berhamburan ingin menyelamatkan diri. Namun sejumlah pintu keluar stadion terkunci, sehingga para penonton terjebak tidak bisa keluar.

Para korban pun kebanyakan mengalami sesak napas dan memar serta luka-luka karena terinjak-injak saat berebut keluar stadion. “Sejumlah pintu gate 11 hingga 14 tertutup dan tidak segera dibuka sehingga suporter terjebak,” jelasnya.

Dirinya menyayangkan tindakan polisi yang menembakkan gas air mata ke arah penonton, padahal penggunaan gas air mata di dalam stadion sepak bola dilarang oleh FIFA. Karena itulah ia meminta Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta untuk bertanggungjawab yakni mundur dari jabatannya.

“Kita punya polisi yang terlatih dan dilatih tidak untuk membunuh korban tetapi untuk melindungi kita. Polisi justru menembakkan gas air mata bukan ke lapangan tapi justru ke atas tribun. Sementara di tribun banyak orang-orang rentan, anak-anak, wanita dan ibu-ibu,” tandasnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Usai pertandiangan, sejumlah suporter turun ke area lapangan dan diadang petugas keamanan yang berjaga. Suasana semakin ricuh ketika pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Berdasarkan data terakhir yang sudah terverifikasi, jumlah total korban tragedi di Stadion Kanjuruhan meninggal dan luka-luka sebanyak 448 orang. Adapun rinciannya 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang luka berat.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button