Bisnis

Antisipasi Kenaikan Kasus, Pemerintah Dorong Akselerasi Vaksin Booster

Pemerintah tetap menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang berlaku hingga 4 Juli 2022. Selain itu pemerintah juga terus mendorong pelaksanaan vaksinasi dosis-3 (booster) untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran varian dan subvarian baru, terutama BA.4 dan BA.5.

Langkah ini pemerintah lakukan karena dalam beberapa minggu terakhir di beberapa negara terjadi kenaikan kasus konfirmasi harian COVID-19 yang cukup tinggi. Hal ini karena munculnya subvariant baru, meskipun masih dalam batas yang bisa ditoleransi dan tidak menimbulkan kenaikan pada tingkat hospitalisasi dan jumlah kematian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah kasus harian di Indonesia angka rata-rata mingguan masih di bawah 2.000 kasus per hari.

Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) nasional Indonesia juga tetap stabil 1,00 (laju penularan terkendali). Rt per Pulau juga tetap di sekitar 1,00 kecuali Bali (1,01). Untuk Rt terendah-tertinggi di wilayah luar Jawa-Bali yakni Maluku (0,98), Nusa Tenggara (0,99), Papua (0,99) Kalimantan (0,99), Sulawesi (0,99), dan Sumatera (1,00).

Dia menambahkan, untuk kasus harian di luar Jawa-Bali masih sangat rendah, per 28 Juni 2022 hanya sebanyak 61 kasus (hanya 2,81 persen dari kasus harian nasional yang sebesar 2.167 kasus), dan tidak terlihat kenaikan tren kasus.

Hal ini mengakibatkan kasus aktif di luar Jawa-Bali juga sangat rendah, hanya sebesar 3,81 persen dari total kasus aktif nasional atau 584 kasus dari total 15.310 kasus.

Kasus tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara, dengan Kasus Harian sebanyak 8 kasus dan total kasus aktif sebanyak 54 kasus, dan angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan di Jawa-Bali.

“Untuk positivity-rate harian masih dalam level aman yakni kurang dari 5 persen, namun menunjukkan tren peningkatan dari sebesar 1,31 persen (11 Juni 2022) menjadi 3,46 persen (28 Juni 2022), dengan positivity rate mingguan sebesar 3,57 persen,” jelas Airlangga, di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Secara keseluruhan, level asesmen di 27 provinsi luar Jawa-Bali masih terjaga baik. Transmisi komunitas terus terjaga rendah pada Level 1 di semua (27) provinsi di luar Jawa Bali.

Sebanyak 23 provinsi masih memiliki Kapasitas Respon Terbatas, diakibatkan dari testing atau tracing yang terbatas, 1 provinsi memiliki Kapasitas Respon Sedang (Provinsi Kalimantan Timur), dan 3 Provinsi memiliki Kapasitas Respon Memadai (Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, dan Jambi).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rakortas soal Perkembangan COVID-19/ekon.go.id

Perkembangan Vaksinasi di Luar Jawa-Bali

Sementara itu untuk capaian vaksinasi di luar Jawa Bali masih rendah. Dari data per 28 Juni 2022 masih terdapat dua provinsi yang capaian vaksinasi dosis-1 nya masih di bawah 70 persen yaitu Papua Barat dan Papua.

Untuk vaksinasi dosis-2 masih ada 10 provinsi yang capaiannya di bawah 70 persen. Sedangkan untuk vaksinasi dosis-3 masih ada 23 provinsi yang capaiannya di bawah 30 persen. Untuk vaksinasi lansia dosis-1 terdapat tujuh provinsi di luar Jawa-Bali yang pencapaiannya kurang dari 70 persen, dan dosis-2 masih ada 11 provinsi di bawah 50 persen, dan empat provinsi di atas 70 persen.

“Vaksinasi booster (Dosis-3) tetap terus diakselerasi, mengingat kasus harian dan kasus aktif sudah mulai meningkat, di mana diperkirakan bisa mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat pun terus kami himbau untuk kembali mendisiplinkan diri dalam menjalankan Protokol Kesehatan,” tutur Menko Airlangga.

Perkembangan Realisasi Program PEN 2022

Untuk anggaran Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), per 24 Juni 2022, telah terealisasi sebesar Rp118,2 triliun atau 25,9 persen dari alokasi anggaran Rp455,62 triliun. Untuk rincian realisasi anggaran PC-PEN per Klaster Program, yaitu:

– Penanganan Kesehatan terealisasi sebesar Rp29,2 triliun atau 23,8 persen dari alokasi Rp122,54 triliun. Utamanya untuk pembayaran klaim dan insentif tenaga kesehatan, serta insentif perpajakan vaksin/alat kesehatan, serta penanganan Covid-19 melalui Dana Desa.

– Perlindungan Masyarakat terealisasi sebesar Rp58,9 triliun atau 38,1 persen dari alokasi Rp154,76 triliun. Program pada klaster ini terdiri dari PKH, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa, BLT Minyak Goreng, dan BT-PKLWN.

– Penguatan Pemulihan Ekonomi terealisasi sebesar Rp30,1 triliun atau 16,9 persen dari alokasi Rp178,32 triliun. Terutama untuk program padat karya, pariwisata dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, teknologi informasi dan komunikasi, kawasan industri, dukungan UMKM (subsidi bunga dan IJP), dan insentif perpajakan.

Back to top button