Inersia

Aturan Cuti Melahirkan 6 Bulan, Danone-AQUA Sudah Sejak 2016

Senin, 20 Jun 2022 – 21:41 WIB

Aturan Cuti Melahirkan 6 Bulan, Danone-AQUA Sudah Sejak 2016

Broadcast Your Creativity Award di PP Muhammadiyah

Rancangan Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) yang salah satu poinnya mengatur soal ketentuan cuti hamil dan melahirkan selama 6 bulan, sebenarnya sudah diterapkan Danone-AQUA sejak 6 tahun lalu.

“Di Danone tidak ada perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan. Bahkan, hampir 50 persen manajerial Danone itu wanita. Kemudian kita dari 2016 sudah memberikan cuti melahirkan 6 bulan,” kata Corporate Communications Danone Indonesia, Arif Mujahidin saat konferensi pers bertajuk, Broadcast Your Creativity Award, di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Danone juga memperhatikan jatah cuti suami yang harus menemani istri saat dan setelah melahirkan.”Untuk suaminya kita kasih 10 hari. Semuanya berbayar. Jika nanti juga ada yang menggantikan pasti akan mendapat gaji tambahan, jadi semuanya senang asal kerja keras,” tutur Arif.

Aturan Cuti Melahirkan 6 Bulan, Danone-AQUA Sudah Sejak 2016
Danone sudah menerapkan aturan cuti 6 bulan untuk ibu melahirkan

Belakangan, RUU KIA jadi bahan perbincangan banyak pihak lantaran memberikan hak cuti melahirkan kepada istri minimal enam bulan.

Bukan hanya itu, RUU KIA juga memberikan istri hak untuk mendapatkan waktu istirahat selama 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan jika mengalami keguguran.

Ketua DPR RI, Puan Maharani serius menyuarakan pengesahan RUU KIA tersebut jadi undang-undang.”Di DPR RI kami sedang memperjuangkan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak. Yang mana nantinya ibu melahirkan itu cutinya itu Insya Allah dari 3 bulan jadi 6 bulan,” kata Puan akhir pekan lalu.

Puan melihat rancangan undang-undang itu perlu diperjuangkan, agar kedekatan antara ibu dan anak setelah melahirkan bisa maksimal.”Cuti 3 bulan memang cukup, tetapi kalau bisa 6 bulan, kenapa tidak. Dan 3 bulan selanjutnya, apakah nanti itu WFH, tetap bekerja, tapi bersama bayinya. Ini penting. Sehingga kedekatan antara ibu dan anak bisa lebih dekat, bisa lebih memberikan ASI,” ungkapnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button