Viral

BMKG: Hujan Lebat Melanda Jakarta hingga Sulawesi Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan lebat di wilayah DKI Jakarta hingga Sulawesi Utara pada Senin (20/12).

Selain Jakarta, BMKG juga meminta kewaspadaan daerah yang berpotensi potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Aceh, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

Kemudian waspada terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

Lalu, juga dapat terjadi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

BMKG juga memperingatkan waspada terhadap banjir pesisir atau rob pada tanggal 18- 22 Desember 2021, akibat adanya fenomena fase bulan purnama.

Waspada terhadap rob di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate, Halmahera, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian utara.

Perubahan Iklim

Sebelumnya Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan pentingnya manajemen pengelolaan air dalam menghadapi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Sebab, perubahan iklim nyata buktinya.

Pemerintah, lanjut dia, perlu menyiapkan sejumlah skenario hingga skenario terburuk, sebab pola cuaca ekstrem di Indonesia jauh lebih sering terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Fenomena siklon bisa dikatakan sangat jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, selama 10 tahun terakhir kejadian siklon tropis semakin sering terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim adalah benar-benar nyata,” tutur Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan biasanya di Indonesia, hanya terkena bagian ekornya siklon saja, tapi sekarang justru bibit siklon tersebut muncul dan terbentuk di wilayah Indonesia.

Ibnu Naufal

Menulis untuk masa depan untuk aku, kamu dan kita.
Back to top button