Pasukan misi kemanusiaan Indonesia mulai menjalankan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada sebuah kompleks perumahan pegawai negeri sipil (PNS) di Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw, Myanmar yang runtuh karena gempa bumi, Rabu waktu setempat.
Wakil Kontingen Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Wahyudi dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu malam (2/4/2025), mengatakan pasukan misi kemanusiaan Indonesia tergabung sebagai tim INASAR (Indonesia Search and Rescue) yang dipercaya untuk melakukan asessment dan perbantuan di Thukha Theiddhi Ward karena diperkirakan masih ada korban tertimbun runtuhan bangunan.
Wahyudi menyebutkan tim INASAR terbagi ke dalam tiga regu, yakni dua regu untuk Urban SAR atau pencarian dan pertolongan korban gempa di perkotaan. Dua regu untuk Urban SAR ini diberi nama regu Alfa dan Bravo. Sementara regu ketiga untuk keperluan medis dari para petugas profesional tim INASAR.
“Tim medis INASAR pagi tadi juga memberikan pelayanan pengecekan kesehatan bagi warga setempat yang berada di sekitar posko Basarnas atau Base of Operation,” ujarnya.
Dia menerangkan pelaksanaan operasi tersebut dilakukan sebagaimana hasil pengarahan dari Deputy Minister for Emergency Myanmar -Director General and Fire Brigade Commander kepada kontingen INASAR sebagai delegasi resmi pemerintah Indonesia dalam sebuah pertemuan di Myanmar.
Kontingen INASAR yang terlibat dalam pertemuan adalah Wahyudi (Basarnas), Brigjen. Pol. (Purn) Ary Laksmana Widjaja (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB), dan Dumas Amali Radityo (PWNI – Kementerian Luar Negeri).
Ia menambahkan pihaknya dalam pertemuan yang difasilitasi oleh ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Center) itu juga menyampaikan belasungkawa dan komitmen dari pemerintah Indonesia untuk memberikan perbantuan kedaruratan dampak bencana di Myanmar.