Bisnis

Cengkeraman Jeff Bezos Semakin Kuat di Pasar Digital UMKM Indonesia

Cengkeraman investor asing semakin kuat di pasar UMKM Digital Indonesia, teranyar, Lummo, perusahaan rintisan berbasis di Indonesia yang menyediakan software as a service company (Saas), telah mendapatkan pendanaan Seri C senilai US$ 80 atatu sekitar Rp1,1 Triliun juta berasal dari pendiri Amazon Jeff Bezos.

Suntikan dana dari Jeff Bezos adalah investasi kedua yang didapat Lummo. Dilakukan Bezos lewat perusahaan pengelolaan aset pribadinya, Bezos Expedition, yang mengikuti putaran investasi Seri C terbaru senilai USD80 juta (Rp1,1 triliun) dipimpin oleh Tiger Global dan Sequoia Capital India.

Investasi ini sudah kedua kalinya ia lakukan setelah pada Oktober 2021 lalu pemilik Amazon tersebut turut menyuntik dana buat Ula, startup yang berdiri awal 2020 itu menyediakan layanan marketplace dan modal usaha bagi UMKM

Sebenarnya, layanan Lummo juga mirip dengan Ula. Layanannya memang tidak jauh dari e-commerce. Lummo adalah perusahaan rintisan yang menyediakan solusi layanan perangkat lunak penghubung bisnis dengan pelanggan ( D2C, software-as-a-service – SaaS).

Tujuan Pendanaan

Keikutsertaan Bezos dalam seri pendanaan ini untuk memperkuat ambisi Lummo mempercepat pertumbuhan bisnis pengusaha dan pemilik merek di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.

Bezos Expedition menganggap bisnis model D2C Lummo selaras dengan Amazon. Yakni, menawarkan peluang kepada pengusaha dan pemilik merek (brand) untuk membangun bisnis kompetitif jangka panjang.

”Tentu bangga sekali. Investasi ini akan digunakan untuk mengembangkan solusi D2C Lummo,” ujar Krishnan Menon, CEO dan Pendiri Lummo mengutip Tech in Asia , Senin (21/02).

Menurut Krishnan, salah satu solusi adalah Lummo adalah LummoShop, yang memberi akses pada pelaku usaha dan pemilik merek untuk menganalisa dan menargetkan pelanggan untuk kembali melakukan pembelian melalui catatan dan riwayat pembelian pelanggan.

Apa yang dikatakan pendiri

“Kami merasa terhormat mendapat dukungan Jeff Bezos dalam putaran investasi Seri C ini karena kami mengutamakan bisnis kami untuk pertumbuhan eksponensial selama beberapa bulan dan tahun mendatang. Investasi ini akan memperkuat upaya Lummo untuk lebih mengembangkan penawaran produk langsung ke konsumen kami dan memberikan nilai yang lebih besar kepada pengusaha dan bisnis di Indonesia. Kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan bisnis mereka dan memaksimalkan efisiensi operasional menggunakan model SaaS kami, ”- kata Krishnan Menon, CEO dan Pendiri Lummo.

Dia juga menekankan pertumbuhan pesat sektor internet Asia Tenggara. Dukungan dari skala ini menggarisbawahi keyakinan kami bahwa Indonesia dan Asia Tenggara muncul sebagai tujuan besar berikutnya untuk investasi teknologi, kata Menon.

Lorenzo Peracchione, salah satu pendiri Lummo, senang dengan kehadiran Jeff Bezos.
“Jeff Bezos adalah seseorang yang terobsesi dengan pengalaman pelanggan, membuat pelanggan senang dan membangun bisnis jangka panjang. Dan inilah yang ingin kami capai dengan Lummo Shop; kami memberi pedagang alat untuk lebih dekat dengan pelanggan mereka.” Katanya.

Tentang Lummo

Lummo menyediakan layanan perangkat lunak untuk bisnis dan UKM. Krishnan Menon dan Lorenzo Peracchion membawa perusahaan ini berdiri pada tahun 2019. Nama perusahaan sebelumnya adalah BukuKas. Sebelumnya, ini berfungsi sebagai aplikasi pembukuan untuk usaha kecil dan perusahaan.

Di sana, ia meluncurkan Tokko, solusi enabler e-commerce. Namun, LummoSHOP kemudian menggantikan Tokko dan sekarang menjadi produk unggulan perusahaan tersebut. Ini melayani kebutuhan analitik dan penargetan ulang menggunakan riwayat pembelian pelanggan. Ini juga mencakup fitur-fitur seperti perdagangan obrolan, domain dan situs web khusus, dll. Oleh karena itu, LummoSHOP adalah solusi satu atap untuk semua platform e-niaga.

 

Ibnu Naufal

Menulis untuk masa depan untuk aku, kamu dan kita.
Back to top button