Diingatkan SBY soal Dwifungsi ABRI, Menko Yusril Bicara Kemungkinan Revisi UU


Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal narasi hidupnya dwifungsi ABRI di pemerinahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Yusril mengatakan, memang di dalam Undang-undang (UU) saat ini menyatakan kalau tentara aktif mesti menanggalkan profesi kemiliteran kalau ingin menduduki jabatan sipil dan politik. Namun menurut dia, bukan tidak mungkin aturan itu akan direvisi.

“Sesuai dengan Undang-Undang TNI memang seperti itu, kecuali nanti kalau ada perubahan Undang-Undang (UU) atau suatu kebijakan yang diambil sebelum UU diubah,” kata Yusril kepada awak media di Gedung Kumham Imipas, Selasa (25/2).

Yusril tak menampik akan ada peluang untuk merevisi aturan tentara aktif terlibat dalam pemerintahan. Terlebih, aturan tersebut sudah cukup lama sehingga perlu untuk kembali dievaluasi.

“Tapi seperti apa saya belum bisa menjawab sekarang, karena belum pernah masalah ini dibawa dan dibahas ke kementerian koordinator bersama-sama,” kata dia.

Kendati demikian, Yusril tak akan mendahului kewenangan DPR yang memiliki tugas untuk mengkaji kembali undang-undang mengenai TNI tersebut.

“Kita lihatlah kasus demi kasus terhadap persoalan itu, saya tidak akan mendahului DPR,” kata Yusril.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat yang juga Presiden ke-enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang mengingatkan agar perwira militer yang ingin berpolitik dan menduduki jabatan sipil untuk pensiun terlebih dahulu.

“Dalam semasa reformasi, TNI aktif itu tabu untuk memasuki dunia politik, politik praktis,” katanya saat memberi arahan kepada 38 Ketua DPD partai di kediamannya, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, (23/2).

Sebagai Ketua Tim Reformasi ABRI, SBY mengaku ikut merancang aturan yang mewajibkan anggota militer untuk mundur jika ingin berkarier di dunia politik.

“Itu salah satu doktrin yang kita keluarkan dulu, pada saat reformasi ABRI, yang saya menjadi tim reformasinya, ketua tim reformasinya, kami jalankan. Benar, saya tergugah, terinspirasi, kalau masih jadi jenderal aktif misalnya, jangan berpolitik. Kalau mau berpolitik, pensiun,” ujar SBY.