Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama PT Surveyor Indonesia (PTSI) terus mendorong transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program UMKM Naik Kelas.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian BUMN dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM.
Kementerian BUMN menginisiasi program Rumah BUMN bersama PTSI menghadirkan Kurikulum Naksir UMKM untuk membekali pelaku usaha. Kegiatan ini dilakukan di Bandung, Jawa Barat dengan fokus pembekalan pada edukasi, digitalisasi, dan akses pasar.
Direktur Utama PTSI, Sandry Pasambuna mengatakan pihaknya dalam program ini berperan memberikan materi serta pendampingan terkait legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Sertifikat Halal.
Menurutnya, legalitas ini menjadi aspek krusial bagi UMKM untuk meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas pasar, serta memperoleh kepercayaan dari konsumen.
“Pendampingan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing UMKM, memastikan mereka memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Sandry dalam keterangan persnya, Jumat (28/2/2025).
Dia mengatakan, dengan memiliki izin usaha yang lengkap, pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses berbagai fasilitas pendanaan, berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa, serta menjalin kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar.
“Ke depan, kami akan mendampingi Kementerian BUMN untuk terus mendampingi UMKM di seluruh Indonesia agar semakin kompetitif dan berkelanjutan, serta mendukung program-program terkait Asta Cita lainnya sebagai the Guardians of Assurance,” pungkasnya.
Sementara itu, Auditor Halal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) PT Surveyor Indonesia, Anggraeni Wulansari mengatakan dalam sesi pendampingan, pihaknya secara langsung memberikan pemahaman mendalam mengenai proses perolehan sertifikasi halal, pentingnya keamanan pangan, serta tata cara pendaftaran izin usaha yang sesuai regulasi.
Menurutnya, proses ini tidak hanya membantu UMKM dalam memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga membuka peluang bagi produk mereka untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
“Dengan dukungan ini, PT Surveyor Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar lebih profesional, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan,” katanya.