Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Istana akan Rutin Temui Ekonom


Deputi II Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya rutin menggelar pertemuan dengan pakar atau analis ekonomi. Menurut dia, langkah dilakukan guna mendapat masukan dari mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

“InsyaAllah kalau bisa kita buat rutin karena ada beberapa sektor yang kita juga harus menerima masukan secara konsisten,” kata Noudhy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/3/2025).

“Jadi enggak bisa hanya sekali-kali, salah satu sektor itu adalah sektor ekonomi tentunya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Noudhy mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga akan menghadiri agenda rutin ini. Dia menyebut langkah ini sejalan dengan keinginan Prabowo untuk menumbuhkan ekonomi bangsa hingga 8 persen.

“Jadi nanti akan dilanjutkan secara konsisten. Sebelumnya kan ada wacana juga Pak Prabowo mau ketemu langsung sama pelaku pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir optimistis pemerintahan Presiden Prabowo dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.

“Kan saya sudah bolak-balik statement, ekonomi Indonesia saat ini kan cukup kuat untuk mencapai itu. Saya masih yakin 8 persen itu dapat tercapai oleh pemerintahan Prabowo ini di 2029,” ujar Adies, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Lebih lanjut, Adies membantah adanya kabar target pertumbuhan ekonomi bertumbuh 8 persen dibatalkan oleh Komisi XI DPR. Alasannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak setuju dengan target tersebut.

“Enggak-enggak, itu isu, itu isu saja, tidak ada dibatalkan yang strategi 8 persen itu,” ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Adies juga menyoroti soal efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Jika hasil kebijakan tersebut dapat terlihat setelah enam bulan berjalan. Apakah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi atau ada dampak lainnya.

“Baru kita bisa ngomong dengan pemotongan efisiensi ini bagaiman berhasil kah atau tidak, bagaimana dengan pemotongan efisineis ini ke pertumbuhan ekonomi. Orang ini baru mulai di depan, mulai jalan, baru setengah jalan, tiba-tiba sudah diprediksi ini Bu Menteri (Keuangan) kesusahan segala macam saya pikir tidak seperti itu,” katanya.