Bisnis

Ekspor CPO Dibuka, Surplus Neraca Perdagangan Bakal Rekor Lagi

Neraca perdagangan Indonesia berpotensi memperpanjang rekor surplus 25 bulan. Karena ekspor CPO dibuka lagi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu memperkirakan tren neraca perdagangan yang mencetak surplus masih akan terus berlanjut pada bulan-bulan yang akan datang.

Surplus neraca perdagangan diperkirakan tetap tinggi seiring dengan dicabutnya larangan ekspor CPO sejak 23 Mei 2022. Dicabutnya pembatasan mobilitas di China juga diperkirakan akan memperbaiki kinerja ekspor ke negara tersebut.

“Dengan berbagai faktor tersebut, Pemerintah optimis kinerja perdagangan akan semakin menguat, meningkatkan posisi keseimbangan eksternal dan terus mendorong penguatan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Febrio, dikutip Sabtu (18/6/2022).

Febrio menuturkan pemerintah akan tetap mewaspadai berbagai faktor yang berpotensi memberikan dampak terhadap kinerja perdagangan Indonesia, khususnya inflasi di Amerika Serikat (AS) dan kebijakan The Fed.

Untuk diketahui, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus hingga US$2,9 miliar sepanjang Mei 2022. Dengan capaian tersebut, Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang selama 25 bulan secara berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan pada Mei 2022 didorong oleh surplus neraca dagang pada sektor nonmigas yang mencapai US$4,75 miliar. Adapun sektor migas tercatat mengalami defisit hingga US$1,86 miliar.

Secara lebih terperinci, BPS mencatat kinerja ekspor nonmigas sektor pertambangan mengalami pertumbuhan hingga 114,2%.

“Pertumbuhan ekspor nonmigas yang terus berlanjut akan makin memperkuat fundamental ekonomi nasional,” ujar Febrio.

Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai US$114,97 miliar atau naik 36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Back to top button