Viral

“Ghost of Kyiv”, Mitos yang Berkembang Seiring Perang di Ukraina

Jika di Kalimantan hingga kini berkembang kepercayaan akan adanya “Panglima Burung”, barangkali hal itu pula yang muncul di Ukraina seiring invasi Rusia di negara itu.

Seiring berlangsungnya perang–entah mengapa di negara yang berada di benua Eropa yang maju—berkembang mitos “Hantu Kyiv”. Ia disebut-sebut tak hanya tak bisa dibunuh, melainkan tak tertahankan untuk terus membunuh musuh.

Kisah ini berkisar tentang seorang pilot jet tempur Ukraina, seorang anonim yang diduga menjatuhkan enam pesawat tempur Rusia dalam satu hari. Cerita itu beredar bahkan di hari-hari awal invasi penuh Rusia ke Ukraina, terutama saat aggressor menyerang Kyiv secara membabi-buta. Saat itulah media sosial Ukraina dipenuhi cerita tentang sang ‘Hantu Kyiv’ tersebut.

Persoalannya, cerita itu pun mendapat perhatian media besar dan diabadikan oleh saluran media sosial resmi Ukraina, termasuk akun Twitter pemerintah Ukraina dan mantan Presiden Petro Poroshenko.

“Orang-orang memanggilnya ‘Hantu Kyiv’, dan memang demikian,” tulis pemerintah Ukraina di Twitter pada 27 Februari. “Sang pilot UAF ini mendominasi langit di atas ibu kota dan negara kita, dan telah menjadi mimpi buruk untuk para pilot pesawat Rusia.”

Ironisnya, selama dua bulan terakhir banyak orang mempertanyakan apakah ‘Hantu’ itu nyata atau tidak. Sampai militer Ukraina sendiri kemudian harus merilis pernyataan bahwa Sang Hantu itu sejatinya  tidak pernah ada.

“Pahlawan perang misterius Ukraina yang dipuji sebagai ‘Hantu Kyiv’ itu, tidak hanya tidak mati dalam pertempuran, tetapi juga tidak nyata,”kata militer Ukraina dalam pernyataan yang mereka keluarkan.

Pekan lalu, The Times of London berspekulasi dengan mengidentifikasi Sang Hantu sebagai Stepan Tarabalka, seorang pria berusia 29 tahun yang menerbangkan jet tempur MiG-29. Menurut laporan itu, Tarabalka telah menembak jatuh 40 pesawat Rusia, sampai dia “kewalahan” oleh pasukan musuh dan gugur pada 13 Maret.

Laporan tersebut mendorong Angkatan Udara Ukraina untuk mengklarifikasi bahwa Tarabilka memang tewas dalam pertempuran, tapi dia jelas bukan “Hantu Kyiv”, yang merupakan karakter fiksi yang diciptakan untuk meningkatkan moral Ukraina dalam konflik mereka melawan Rusia.

“Stepan Tarabilka bukan ‘Hantu Kiev’ dan dia tidak menembak jatuh 40 pesawat,” kata Juru Bicara UAF, Yuriy Ignat, kepada The NY Times. “Pada 13 Maret 2022, Mayor Stepan Tarabilka tewas secara heroik dalam pertempuran udara dengan pasukan superior penjajah Rusia.”

Media AS yang condong kepada Partai Republik, Epoch Times, belakangan menulis bahwa ‘Ghost of Kyiv’ adalah legenda superhero yang diciptakan warga Ukraina. “Hal itu lebih merupakan gambaran kolektif dari pilot Brigade Penerbangan Taktis ke-40 yang membela langit ibukota Kyiv. Yang tiba-tiba muncul di tempat yang tidak diharapkan,” tulis wartawan The Epoch Times, Bill Pan.

Hal itu seolah terkonfirmasi, manakala muncul unggahan Facebook di kanal resmi Komando Angkatan Udara Ukraina. “Hantu Kyiv adalah legenda pahlawan super,” tulis akun tersebut. “Pahlawan Ukraina Stepan Tarabalka BUKAN ‘Hantu Kyiv’ dan dia TIDAK menembak jatuh 40 pesawat.”

Cerita itu muncul ketika Ukraina terus meminta Amerika Serikat untuk menyediakan jet tempur Amerika, seperti F-16, untuk membantu menangkal keunggulan udara Rusia di atas langit Ukraina. Pejabat senior Pentagon mengatakan, bagaimanapun, bahwa Ukraina memiliki angkatan udara yang bergantung pada pesawat buatan Rusia, dan F-16 belum menjadi bagian dari rencana bantuan Amerika.

“Kami telah menyediakan dan membantu koordinasi dari negara lain yang memiliki jenis pesawat yang diterbangkan Ukraina,” kata seorang pejabat senior pertahanan Amerika pada konferensi pers 28 April, merujuk negara-negara bekas anggota Blok Timur dan jet era Soviet yang mereka miliki.

“Saya tidak akan berspekulasi tentang pengiriman pesawat di masa depan dengan satu atau lain cara. Sekali lagi, ini adalah Angkatan Udara yang terutama bergantung pada pesawat Soviet tua, itulah yang biasa mereka terbangkan, itulah yang mereka miliki di armada mereka,”kata pejabat Amerika itu. [Epoch Times/NYT/Times of London]

Back to top button