Harga Bawang Putih Naik, PKS Duga Spekulan Ambil Keuntungan dengan Menahan Stok


Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai kenaikan harga bawang putih dari harga distributor Rp32.000/kg hingga dijual Rp40.000/kg di tingkat pedagang eceran, sangat mengkhawatirkan.

“Ini bukan hanya menyulitkan masyarakat sebagai konsumen, tapi juga menunjukkan adanya celah yang dimanfaatkan spekulan atau rantai distribusi yang tidak sehat,” ujar Johan kepada inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/3/2025).

Ia menduga kuat ada permainan harga di tingkat distribusi, baik oleh tengkulak maupun oknum yang memanfaatkan situasi pasokan yang terbatas.

“Dalam kondisi seperti ini, spekulan cenderung mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan menahan stok atau menaikkan harga secara sepihak. Fenomena ini juga menunjukkan sistem pengawasan pangan kita belum berjalan maksimal, terutama dalam hal keterbukaan data distribusi dan pengendalian harga,” tuturnya.

Ia kemudian mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk turun langsung ke lapangan, mengecek rantai distribusi bawang putih, dan memastikan tidak ada penimbunan atau manipulasi pasokan. Penting juga, lanjut Johan, untuk meninjau ulang model impor bawang putih saat ini.

“Jangan sampai ketergantungan terhadap impor justru menjadikan pasar kita rawan dimainkan oleh kepentingan tertentu. Kami di Komisi IV akan terus mendorong agar pemerintah membenahi persoalan ini dari hulu ke hilir, termasuk meningkatkan produksi dalam negeri agar kita tidak terus bergantung pada impor dan rentan terhadap spekulasi pasar,” tegasnya.

Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga keterjangkauan. Kalau harga terus naik karena permainan pasar, maka yang paling dirugikan adalah rakyat.

Tiga hari menjelang Lebaran, harga bawang putih mengalami kenaikan signifikan di tingkat pengecer.

Harga bawang putih di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (28/3/2025), di tingkat distributor sekitar Rp30.000. Namun di level pengecer, dibandrol sekitar Rp40.000.

Dalam wawancara dengan inilah.com pada Jumat (28/3/2025), harga bawang putih di kios eceran milik Kiki, menjual bawang putih Rp40.000 per kilogram. Kiki mengatakan kenaikan harga ini karena dampak jasa para pengupas bawang yang sudah mulai mudik.

“Tidak ada orang yang mengupas bawang putih. Jadi ongkos kupasnya sekarang naik,” kata Kiki.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, harga bawang putih kupas mencapai Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang putih biasa Rp40.000 per kilogram.

Sedangkan di Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur, harga bawang putih melonjak tajam di tingkat pengecer mencapai Rp60.000 per kilogram.