Inersia

Hari Jantung Sedunia 2022: Kenali Kebiasaan Merusak Jantung

Hari ini. Kamis, 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Peringatan Hari Jantung Sedunia sudah seharusnya menjadikan kita lebih peduli terhadap kesehatan jantung, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk kemanusiaan.

Hari Jantung Sedunia 2022 mengangkat tema ‘Use Heart For Every Heart’ atau ‘Gunakan Jantung untuk Setiap Jantung’. Ini menjadi momentum bagi semua orang untuk berhenti dan mempertimbangkan cara terbaik menggunakan jantung untuk kemanusiaan, untuk alam, dan untuk Anda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa diperkirakan 17,9 juta orang meninggal karena masalah jantung pada 2019, mewakili 32 persen dari semua kematian global. Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung sebesar 1,5 persen. Itu artinya, 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung.

Saat ini, ketika berbicara tentang penyakit jantung, kita kurang mendapat informasi yang tepat termasuk penilaian dan perawatan medis yang semestinya. Pengetahuan yang memadai tentang penyakit ini, akan memberi kesempatan Anda untuk mencegah kondisi lebih buruk terutama serangan jantung.

Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung

Ada beberapa kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak jantung Anda. Kadang-kadang kebiasaan ini tidak kita sadari dan sederhana tapi bisa berdampak buruk pada kerja jantung.

“Agar tidak mengalami penyakit kardiovaskular atau penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung, harus melakukan pencegahan sedini mungkin. Tentunya dengan menyadari kebiasaan yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kardiovaskular,” kata dokter Saddam Ismail di channel YouTube-nya.

Ia memaparkan, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang mungkin tidak disadari dapat merusak jantung. Di antaranya makan ikan asin. Ini kebiasaan yang sering kita lupakan. Makanan asin seperti ikan asin dapat meningkatkan tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal, bahkan bisa terkena serangan jantung.

Kebiasaan lainnya adalah suka rebahan. Kurang bergerak juga dapat meningkatkan lemak dalam tubuh dan kadar gula darah. Karena itu melakukan rebahan atau duduk terlalu lama seperti nonton TV, bermain game, media sosial dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tidak melakukan aktivitas dalam waktu lama dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar.

Kebiasaan makan terlalu banyak juga dapat menyebabkan lemak di tubuh bertambah, meningkatkan kadar kolesterol dan pembuluh darah menyempit. Akibatnya berat badan berlebih atau obesitas yang membuat kebutuhan oksigen di jaringan akan meningkat, dan membuat jantung bekerja lebih keras.

“Bagi Anda yang memiliki kebiasaan begadang, berhentilah,” katanya. Begadang dapat mengakibatkan jantung tidak sehat dan dapat berdampak buruk bagi jantung. Begadang dapat merusak jam biologis, menganggu metabolisme sehingga tubuh menjadi kurang istirahat. Juga bisa mengakibatkan stres, meningkatkan risiko diabetes, mengakibatkan tekanan darah menjadi tinggi.

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan pembekuan darah, menyebabkan plak di dalam pembuluh darah yang dapat meningkatkan penyakit jantung. Untuk menurunkan risiko penyakit jantung salah satunya adalah berhenti merokok.

Jangan anggap remeh dengan kebiasaan makan buah dan sayuran. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, dan kaya serat yang diperlukan tubuh agar gula darah stabil, tekanan darah normal, berat badan terkendali. Jika jarang makan sayur dan buah, biasanya suka makan gorengan, makan-makanan yang berlemak yang tidak menyehatkan tubuh.

Bagi Anda yang doyan mengonsumsi minuman beralkohol apalagi berlebihan segera hentikan kebiasan ini. Tubuh akan memecah menjadi trigliserida dan kolesterol. Jika keduanya tinggi, tidak mengherankan kalau jantungnya juga tidak sehat yang dapat meningkatkan penyakit jantung. Alkohol juga tidak sehat untuk organ hati.

Tanda-tanda Serangan Jantung

Masalah jantung yang paling ditakuti adalah serangan jantung, secara medis dikenal sebagai infark miokard yang bisa berakibat fatal. Hal ini terjadi ketika suplai darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya oleh gumpalan darah. Kekurangan darah ke jantung bisa sangat merusak otot jantung, yang mengancam nyawa.

Mengutip beberapa sumber, Anda sebenarnya bisa mengenali tanda-tanda serangan jantung sebulan sebelum terjadi. Misalnya terjadi sesak di dada. Pria dan wanita mengalami nyeri dada dalam intensitas dan bentuk yang berbeda. Pada pria, gejala ini mengacu pada tanda-tanda awal terpenting dari serangan jantung yang akan datang yang tidak boleh diabaikan. Di sisi lain, ini hanya mempengaruhi 30 persen wanita.

Nyeri dada bisa meluas menjadi sensasi tidak nyaman di satu atau kedua lengan (lebih sering di lengan kiri), rahang bawah, leher, bahu, atau perut. Ini mungkin memiliki karakter permanen atau sementara.

Tanda-tanda lainya adalah kelelahan mempengaruhi 70 persen wanita. Kelelahan dapat digambarkan sebagai kelelahan yang ekstrim, kurangnya energi dan motivasi, baik secara fisik maupun mental, dan itu meningkat pada akhir hari. Bagi perempuan kelelahan ini bisa menganggu tugas-tugas sederhana seperti merapikan tempat tidur atau mandi.

Tanda berikutnya adalah sesak napas. Gejala ini didiagnosis pada 40 persen kasus, biasanya ditandai dengan tidak dapat menarik napas dalam-dalam. Ini sering terjadi di antara pria dan wanita hingga 6 bulan sebelum mengalami serangan jantung. Gejala ini biasanya merupakan tanda peringatan dari suatu kondisi medis.

Waspadai juga jika mengalami detak jantung tidak teratur. Gejala ini terjadi tanpa pengaruh faktor eksternal. Biasanya sering kali disertai dengan serangan panik dan kecemasan, terutama di kalangan wanita. Ini muncul secara tidak terduga dengan gejaga berbeda seperti aritmia (detak jantung tidak teratur) atau takikardia (peningkatan detak jantung). Beberapa orang melaporkan bahwa detak jantung tidak teratur berlangsung selama 1-2 menit. Jika tidak membaik Anda mungkin merasa pusing atau sangat lelah.

Keringat yang tidak biasa atau berlebihan bisa menjadi tanda peringatan dini serangan jantung. Ini mungkin terjadi kapan saja, siang atau malam. Gejala ini lebih sering menyerang wanita dan biasanya dikacaukan dengan hot flashes atau keringat malam khas menopause. Gejala ini digambarkan sebagai mirip flu, kulit berkeringat, atau berkeringat yang terjadi terlepas dari suhu udara atau aktivitas fisik. Berkeringat lebih banyak di malam hari; seprai mungkin lembab di pagi hari.

Ada lagi tanda lainnya yakni sakit pada perut. Nyeri perut didiagnosis pada 50 persen kasus serangan jantung. Perut kosong atau penuh, rasa kembung, atau sakit perut adalah gejala yang paling umum, dan mungkin terjadi pada pria dan wanita. Sakit perut sebelum serangan jantung memiliki sifat episodik, mereda dan kemudian kembali dalam waktu singkat. Ketegangan fisik dapat memperburuk sakit perut yang sakit.

Tanda lainnya adalah insomnia yang memengaruhi 50 persen wanita dan juga dapat mencakup tingkat kecemasan atau ketidakhadiran yang tinggi. Gejala berupa kesulitan memulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur, dan bangun pagi.

Jika Anda mengalami rambut rontok, bisa jadi merupakan gejala masalah jantung pada pria berusia di atas 50 tahun. Ini dapat dianggap sebagai indikator penyakit jantung yang terlihat, dan kebotakan juga dapat dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon kortisol.

Kesehatan jantung sangat penting sehingga Anda harus memperhatikan kebiasaan yang bisa menyebabkan masalah pada jantung serta mewaspadai tanda-tanda serangan jantung. Kunci pencegahannya sebenarnya adalah menjalani hidup sehat dengan asupan bergizi seimbang, melakukan gaya hidup yang sehat serta berolahraga secara rutin.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button