Bisnis

Hasil Voting PKPU jadi Beban Berat Garuda yang Harus Terus Untung

PT Garuda Indonesia (Persero) sudah menyusun strategi binis agar bisa menghasilkan untung. Strategi untung merupakan komitmen Garuda kepada kreditur usai proposal perdamaian disetujui dalam voting PKPU.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan, hasil voting PKPU menjadi beban tersendiri bagi perusahaan. Namun dia memastikan setiap janji yang perusahaan sampaikan secara tertulis dalam proposal perdamaian itu akan perusahaan laksanakan.

Irfan menjelaskan, business plan perusahaan saat ini lebih mengarah ke bisnis yang basisnya profitability atau keuntungan. Ke depan strategi bisnis Garuda Indonesia akan berbasis keuntungan. Salah satunya dengan memfokuskan pada rute penerbangan yang menguntungkan bagi perusahaan.

“Jadi kami ingin memastikan Garuda ke depan ini menghasilkan keuntungan, bukan lagi terbang ke mana-mana, bukan lagi punya pesawat beragam tapi sebuah perusahaan yang membanggakan bukan karena ada di mana-mana, tapi karena dia (Garuda) perusahaan yang pantas dibanggakan karena terus menerus konsisten memberikan keuntungan,” jelas Irfan di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

Selain itu, Garuda juga akan fokus pada rute penerbangan domestik dan tidak akan mengambil rute perjalanan internasional. Garuda hanya melayani rute perjalanan internasional untuk umrah, haji dan kargo.

“Untuk rute internasional hanya akan kami terbangkan kalau menguntungkan,” imbuhnya.

Kejar Untung, Garuda Hapus Rute Internasional

Lebih lanjut, Irfan menambahkan, Garuda akan menggunakan kembali pesawat lama mereka untuk beroperasi sebagai tambahan armada. Hal ini sebagai salah satu strategi bisnis Garuda usai proposal perdamaiannya disetujui para kreditur dalam voting PKPU.

Namun penambahan pesawat ini bukan penyewaan baru pesawat, melainkan menggunakan pesawat lama yang selama ini tidak Garuda pakai.

“Artinya kita dengan para lessor sudah memperoleh kesepakatan artinya pesawat yang unservices bisa kita segerakan atau terbangkan melayani kebutuhan publik,” katanya.

Dia mengatakan ada banyak pesawat Garuda yang selama ini tidak terpakai. Namun dalam waktu dekat akan kembali maskapai gunakan untuk memenuhi strategi bisnis.

“Kira-kira mendekati 70 total pesawat. Namun kita butuh waktu membuat pesawat tersebut serviceable,” tambahanya. [ipe]

Back to top button