Inersia

IDI Ingatkan Penularan HIV/AIDS yang Sulit Terdeteksi

Sabtu, 03 Des 2022 – 09:07 WIB

Mungkin anda suka

Ilustrasi Peduli Hiv Aids 1 Getty Images Istockphoto Ratio 16x9 - inilah.com

Ilustrasi Peduli Hiv Aids 1 Getty Images Istockphoto Ratio 16×9

Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang disebabkan karena virus HIV (human immunodeficiency virus), merupakan jenis penyakit yang jarang terdeteksi. Hal ini karena penyakit AIDS hanya bisa terdeteksi melalui tes darah. Umumnya, seseorang melakukan tes HIV/AIDS ketika terserang suatu penyakit yang tidak kunjung sembuh setelah sekian lama.

Skrining awal sangat perlu sekali untuk HIV/AIDS. Jangan takut jika menemukan gejala agar segera cek kondisi, segera melakukan tes, sebelum semakin parah,” ujar Evvy mengingatkan, sebagai ketua 2 Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) dalam Instagram Live di akun Ikatan Dokter Indonesia, ditulis di Jakarta, Sabtu (03/12/2022).

Sebelumnya, penyakit AIDS di Indonesia diduga tidak dapat disembuhkan. Ketika seseorang terpapar virus HIV dan mencapai fase AIDS, maka ia dinyatakan hanya memiliki kesempatan bertahan hidup dan mengikuti pengobatan selama enam sampai dua tahun saja.

Namun, kini Indonesia telah mengadakan sebuah program pengadaan obat Antiretroviral (ARV) pada tahun 2004. Obat ini nantinya bertugas untuk menekan jumlah virus HIV sampai tidak terdeteksi dalam darah. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengonsumsi obat ini akan mampu beraktivitas seperti orang yang sehat, dan mampu bertahan hidup selama lebih dari lima tahun.

“Di Indonesia waktu itu pada tahun 2004 sudah mengadakan program pengadaan obat untuk ODHA, bernama ARV itu Antiretroviral. Nantinya, obat ini akan menekan virus HIV, dan membuat mereka bisa beraktivitas seperti biasa, dan hidup sampai lima tahun bahkan lebih,” paparnya.

Fase-Fase AIDS

Menurutnya, ada beberapa tahapan ketika seseorang terkena virus HIV sampai dinyatakan AIDS, yakni :

Fase infeksi akut; gejalanya berupa flu berat yang masih bisa sembuh dengan sendirinya

Fase HIV Kronik; ini adalah kondisi dimana virus HIV tersebut menurunkan sistem kekebalan tubuh. Flu ini jika tidak diobati segera, dapat semakin parah dan berlanjut ke fase berikutnya.

Infeksi Oportunistik; yaitu kondisi tubuh yang semakin memburuk. Fase ini biasanya berlangsung selama lima sampai sepuluh tahun dengan gejala yang paling umum di Indonesia, yakni gejala Tuberculosis atau TBC berupa batuk berdahak hebat, dan demam yang tidak membaik selama lebih dari tiga minggu.

Fase AIDS; ialah kondisi kesehatan yang kian memburuk. Kondisi inilah yang dianjurkan dokter untuk minum obat Antiretroviral (ARV). Obat ini, akan menurunkan gejala yang di derita ODHA, dan menekan virus HIV sampai tidak terdeteksi.

Gejala AIDS

Menurut Evvy, gejala AIDS dapat dilihat berdasarkan gejala penyakit yang paling banyak terjadi di suatu negara atau tempat tertentu. Di Indonesia lanjut dia, gejala yang paling umum ialah gejala TBC berupa demam dan batuk hebat yang tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan.

“ya tergantung ya, saat itu kita dimana. Tergantung situasi dan kondisi di negara itu infeksi terbanyak apa. Kalau di Indonesia ini (paling banyak) di TBC dan infeksi sotoplasma di otak. Saat ini dengan terapi ARV kini menjadi sehat dan produktif karena sistem imunnya membaik. Mereka bisa beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

AIDS dan COVID 19

Evvy menambahkan, ODHA juga termasuk kelompok yang berisiko terpapar COVID-19 yang jarang disebutkan. Menurutnya, ODHA dengan kondisi kesehatan tubuh yang sedang menurun apalagi sedang mengonsumsi obat ARV, akan lebih mudah terserang COVID.

“COVID itu resikonya lebih tinggi untuk pasien komorbid, HIV jarang disebut, tetapi sebenarnya juga termasuk berisiko. Kalau ODHA ini sedang turun daya tahan tubuhnya sampai minum ARV, apalagi sampai memiliki komorbid bawaan, itu harus hati-hati, yg penting minum ARV secara teratur,” pungkasnya.

Menurutnya, jika kondisi buruk tersebut sedang terjadi pada ODHA, solusi terbaik ialah menjalani vaksin COVID lengkap sampai booster.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button