Masih ingat tragedi terbakarnya smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), investasi China di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada 28 Desember 2023? Saat ini, perusahaan tersebut nyaris bangkrut.
Informasinya, PT GNI memangkas produksi hingga berpotensi tutup total, beberapa bulan setelah perusahaan induknya di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd yang dikenal sebagai raksasa baja tahan karat, mengalami kebangkrutan.
Di mana, Jiangsu Delong Nickel Industry Co yang merupakan induk PT GNI pada 2024 dikabarkan mengalami masa sulit, Karena harus menghadapi kasus hukum di pengadilan China, terkait restrukturisasi utangnya yang super jumbo.
Saat ini, PT GNI juga dilaporkan menunda pembayaran kepada pemasok nikel lokal hingga tidak dapat memperoleh bijih nikel. Rasa-rasanya, umur pabrik pemurnian nikel tersebut tinggalsebentar.
Atas kondisi ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Yuliot Tanjung mengingatkan PT GNI untuk memperhatikan hak para karyawan. Pemerintah bakal mengevaluasi terkait masalah yang menimpa smelter milik PT GNI.
Mengingat, induk perusahaan PT GNI di China sedang mengalami kesulitan keuangan karena tersandera utang besar yang menggnggu operasional PT NI di Morowal Utara.
“Jadi kan setiap perusahaan itu kan ada permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Apakah itu benar ini permasalahannya adalah murni bisnis atau ada persoalan-persoalan, faktor lain,” ungkap Yuliot ditemui di Gedung DPD RI, Jakarta, dikutip Selasa (25/2/2025).
Jika penutupan benar terjadi, lanjutnya, PT GNI tetap memiliki kewajiban untuk menyelesaikan hak-hak para karyawannya. Menurut dia, perusahaan tidak bisa kabur begitu saja tanpa menyelesaikan tanggung jawabnya.
“Ini kalau kegiatan usaha tutup itu harus bisa diselesaikan. Mereka tidak bisa kabur jalan begitu saja tanpa diselesaikan kewajibannya,” ujarnya.