Israel Kembali akan Batasi Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan


Israel berencana kembali membatasi dengan ketat kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, selama Bulan Suci Ramadan.

Lembaga penyiaran publik Israel KAN, Rabu (26/2/2025), melaporkan pembatasan tersebut akan melibatkan 3.000 polisi yang ditempatkan di sejumlah pos pemeriksaan. Pos-pos itu tersebar di sepanjang jalan yang mengarah ke Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa.

KAN juga melaporkan otoritas Israel akan memblokir warga Palestina yang baru dilepaskan negara itu untuk memasuki kawasan kompleks.

Menurut lembaga penyiaran Israel lainnya, N12, maksimal sebanyak 10.000 orang akan diizinkan memasuki kompleks untuk melakukan ibadah Salat Jumat. Namun, pemberian izin itu tergantung pada persetujuan dari otoritas negara itu.

Menurut N12 dan KAN, hanya pria dan perempuan di atas usia 55 tahun yang boleh memasuki kawasan tersebut. Anak-anak di bawah usia 12 tahun juga akan diberikan akses ke kawasan itu, demikian dikutip The New Arab.

Kompleks Al-Aqsa biasa digunakan oleh puluhan bahkan ratusan ribu Muslim untuk beribadah dan buka puasa selama Bulan Suci Ramadan. Namun, sejak 1967, kawasan itu dianeksasi oleh Israel.

Kompleks Al-Aqsa pun kerap menjadi ‘titik api’ konflik antara Israel dan Palestina.

Selama bertahun-tahun, Israel terus memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses ke kompleks Masjid Al-Aqsa dan kerap melakukan serbuan hingga memicu bentrok fisik.

Bentrokan antara Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa pada dasarnya terjadi akibat pelanggaran yang dilakukan orang Yahudi terhadap status quo Al-Aqsa.

Di bawah aturan status quo, hanya Muslim yang boleh beribadah di sana. Non-Muslim tetap diizinkan ke Al-Aqsa, namun hanya bisa mengunjungi saja.