Jadi Pemain Terbaik Liga 2, Rafinha: Ubur-ubur Ikan Lele, PSIM Liga 1 Le!


Penyerang asal Brasil, Rafael Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha menjadi bintang dalam keberhasilan PSIM Yogyakarta menjuarai Liga 2 2024/2025. Selain membawa timnya juara sekaligus promosi ke Liga 1 musim depan, pemain berusia 32 tahun itu juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 2.

Usai pertandingan final melawan Bhayangkara Presisi FC di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025), Rafinha mengungkapkan kebahagiaannya dengan cara yang unik. Ia melontarkan dua bait pantun yang tengah populer di media sosial.

“Saya sangat bahagia, sangat bangga dengan semua orang. Sekarang saya hanya bisa bilang: ‘ubur-ubur ikan lele, Rafinha best player le’. ‘Ubur-ubur ikan lele, PSIM Liga 1 le’,” ujar Rafinha sembari tertawa saat hendak meninggalkan Stadion Manahan.

Dalam laga final, Rafinha juga mencetak satu gol yang membantu PSIM meraih kemenangan 2-1 atas The Guardians. Tambahan satu angka tersebut membuat koleksi golnya genap menjadi 20 sepanjang musim ini. Ia hanya kalah selisih satu gol dari topskorer Liga 2, Ramai Rumakiek (Persipura), yang mengoleksi 21 gol.

“Saya mengharapkan ini, saya bekerja untuk ini, untuk menjadi juara, untuk menjadi pemain terbaik. Saya selalu percaya bahwa hasil ini tergantung pada kerja keras saya. Sekarang saya sangat bahagia, terima kasih Tuhan sudah memberikan ini kepada saya,” kata pemain yang sebelumnya PSCS Cilacap.

Sepak terjang mengagumkan Rafinha di PSIM membuat masa depannya kini terus dipertanyakan. Saat disinggung apakah ia akan tetap berseragam Laskar Mataram musim depan di Liga 1, sang pemain belum bisa memberikan kepastian.

“Ya, ini pertanyaan yang sulit. Saya belum bisa memberikan jawaban sekarang karena saya sendiri belum tahu masa depan saya. Saya masih berdiskusi dengan manajemen, jadi saya harap semuanya berjalan dengan baik. Tapi untuk saat ini, saya belum bisa memastikan apakah saya akan bertahan atau tidak,” ujarnya.

Meski demikian, Rafinha tidak menampik sudah ada beberapa klub yang memberikan tawaran kepadanya. Hanya saja, ia tidak enak membocorkan, karena menghargai tim kebanggaan Brajamusti itu

“Sudah ada. Tapi saya tidak bisa menyebutkan namanya karena saya menghormati PSIM. Yang terpenting bagi saya saat ini adalah PSIM. Saya tidak ingin pergi dari sini. Saya mencintai kota ini, saya mencintai klub ini. Baru satu tahun di sini, tapi saya sudah merasa sangat nyaman. Saya harap semuanya berjalan baik,” pungkasnya.