Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Presiden Terpilih 2024, Prabowo Subianto, telah melakukan berbagai persiapan jelang pelantikan dirinya sebagai Presiden RI periode 2024-2029.
Salah satu yang dibeberkan mengenai persiapan Prabowo untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Yang pasti bulan kemarin itu Pak Prabowo sudah minta kepada tim IKN, Menteri PU untuk melakukan paparan-paparan tentang pembangunan infrastruktur secara menyeluruh termasuk IKN,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2024).
Dasco mengaku tidak mengetahui pasti langkah yang menjadi prioritas Prabowo dalam menyelesaikan megaproyek tersebut. Kendati demikian, ia mengungkap Prabowo siap untuk melanjutkan IKN di masa pemerintahannya.
Di samping itu, Dasco juga memastikan Prabowo akan meneken mengenai perpindahan Keputusan Presiden (Keppres). Dia pun menyebut sudah melakukan pembahasan mengenai hal tersebut.
“Perpindahan itu akan ditandatangani oleh Pak Prabowo nantinya sambil menghitung dan kemudian persiapan-persiapan peraturan-peraturan pelaksanaan yang akan menyertai itu, demikian,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Keppres terkait pemindahan ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur, sepatutnya diteken oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, ketika segala hal terkait kesiapan di ibu kota baru sudah terpenuhi.
“Ya mestinya gitu, Presiden baru Pak Prabowo (yang menandatangani),” ucap Jokowi seusai membuka Nusantara TNI Fun Run di IKN, Kaltim, Minggu (6/9/2024)
Jokowi sebelumnya menyampaikan tidak dapat memutuskan keputusan-keputusan strategis di penghujung masa jabatan yang tersisa tiga pekan lagi. Namun terkait Keppres pemindahan ibu kota, kata dia, hal ini juga menyangkut kesiapan segala sesuatu di ibu kota.
“Sekali lagi saya sampaikan, memindahkan ibu kota itu tidak hanya urusan fisiknya saja, tapi membangun ekosistemnya itu yang perlu dan ekosistem itu harus jadi,” kata Jokowi.
Dia mengatakan kepindahan ibu kota harus memastikan kesiapan segala infrastruktur pendukung seperti rumah sakit, sarana pendidikan mulai TK, SD, SMP/SMK hingga universitas, serta perlu ada pusat keramaian seperti restoran dan warung-warung.
“Kemudian masalah yang berkaitan dengan logistik, di mana kita mencari sesuatu barang, di mana kita mencari sesuatu, ingin beli barang, semuanya itu harus siap. Kalau sekarang apartemennya siap, tapi kantornya belum, mau apa,” ungkapnya.
Oleh karena itu dia menyampaikan Keppres selayaknya ditandatangani saat semua hal itu sudah siap, yakni pada era kepemimpinan Prabowo Subianto nanti.