Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah pihak yang terseret dalam pusaran kasus korupsi eks Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2024) malam hari ini.
Dikabarkan salah satu pihak yang ditangkap berinisial MS. MS ditetap tersangka karena diduga memberikan suap kepada Abdul Ghani Kasuba.
Jubir KPK Tessa Mahardhika membenarkan giat penindakan upaya paksa yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah. Namun, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut setelah proses penanganan perkara selesai.
“Saya belum bisa memberi tanggapan karena masih berproses. Kita tunggu besok untuk pernyataan lengkap terkait kegiatan dimaksud,” katanya, Selasa (16/7/2024).
Awalnya, kasus ini mulai terendus ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Malut dan Jakarta pada 18-19 Desember 2023. Dalam operasi senyap itu KPK mengamankan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan 17 orang lainnya. Serta, uang Rp752 juta turut diamankan dalam OTT KPK tersebut.
Sebagai bukti permulaan, Abdul Gani Kasuba menerima suap mencapai Rp2,2 miliar dari sejumlah pihak swasta yang ikut dalam proyek beraroma rasuah di Malut yang nilai kontraknya sebesar Rp500 miliar.
Kemudian dalam proses persidangan, Abdul Ghani Kasuba didakwa tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK terkait penerimaan suap dengan total Rp5,9 miliar dan penerimaan gratifikasi dengan total Rp100,2 miliar.
Lalu pengembangan penyidikan, KPK kembali menetapkan eks Gubernur Malut AGK sebagai tersangka pencucian uang pada Rabu (8/5/2024). Bukti awalnya dugaan pencucian uangnya mencapai Rp100 miliar.