Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menegaskan perang yang dikobarkan Israel di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, Lebanon, dan Suriah telah memasuki babak baru yang benar-benar gegabah, yakni sengaja melanggar kesepakatan, menginvasi negara-negara dan membunuh lebih banyak warga sipil.
Melalui sebuah pernyataan pada Jumat (4/4/2025), Aboul-Gheit memperingatkan dampak dari kelambanan global terhadap ketidakpatuhan Israel yang terang-terangan terhadap norma-norma hukum internasional.
“Tampaknya mesin perang Israel tidak mau berhenti selagi para pemimpin penjajah bersikeras menghadapi krisis internal mereka dengan mengekspornya ke luar negeri, dan situasi ini menjadi jelas bagi semua orang,” katanya, seperti dilansir kantor berita SPA, Sabtu (5/4/2025).
Aboul-Gheit menggambarkan terjadinya kembali pembunuhan di Lebanon sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang tidak dapat diterima dan terkutuk, yang membahayakan stabilitas kawasan dan berisiko menciptakan eskalasi yang tak terbendung.
Ia menegaskan bahwa tindakan Israel itu bertujuan untuk mengacaukan Suriah dan Lebanon melalui provokasi militer yang tidak bertanggung jawab, yang didorong melalui agenda domestik dengan mengorbankan nyawa warga sipil dan perdamaian kawasan.