Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 24-27 Maret 2025 berdampak pada pengurangan kemacetan di puncak mudik Lebaran pada Jumat kemarin (28/3/2025).
Menurut Pratikno, dampak nyata ini terlihat dari jumlah penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sejak H-10 Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.
“Kami tadi sudah memperoleh laporan bahwa arus mudik yang menggunakan kereta api ini sudah mulai terasa pada H-10. Jadi rupanya memang WFA itu punya implikasi yang cukup signifikan sehingga ini menyebarkan para pemudik mulai dari H-10 sampai puncaknya kemarin,” kata Pratikno usai meninjau Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).
Menko PMK menilai pelayanan KAI di Stasiun Gambir sudah berjalan dengan baik berkat sistem ticketing menggunakan face recognition. Hal ini memungkinkan pengelola untuk mengantisipasi penumpukan penumpang yang akan berangkat mudik. Sistem tersebut juga akan diterapkan pada saat arus balik.
“Jadi kita harapkan nanti arus balik juga cukup terdistribusi dalam beberapa hari supaya tidak menumpuk di hari-hari tertentu saja. Saya kira itu saja dari saya sebagai pengantar,” ujarnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa kebijakan WFA berdampak pada pergerakan mudik yang lebih stabil, sehingga tidak terjadi penumpukan sejak H-10 Lebaran.
“Stasiun Gambir merupakan stasiun kedua terpadat setelah Stasiun Pasar Senen. Sampai dengan tadi pagi pukul 10.00 WIB, tanggal 29 Maret, sudah diberangkatkan sekitar 217.000 penumpang,” katanya.
Dudy juga menyebut bahwa perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Kami tekankan sekali lagi kepada kereta api dan juga layanan moda transportasi lainnya bahwa keamanan, kenyamanan, dan keselamatan harus menjadi perhatian utama,”ucapnya.
Diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat telah memberangkatkan 1.445.965 pemudik per 28 Maret 2025 dalam periode angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.
“Selama angkutan Lebaran, total penjualan melampaui 3,3 juta tiket. Hingga 28 Maret pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 1.445.965 pelanggan,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (29/3/2025).
Dia menyampaikan bahwa puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 28 Maret 2025 dengan jumlah penjualan tiket mencapai 215.646 dalam sehari, yang terdiri dari 184.008 tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) dan 31.638 tiket KA lokal yang dikelola KAI.
Angka tersebut merupakan capaian penjualan tertinggi selama periode angkutan Lebaran 21 Maret – 11 April 2025, dengan tingkat okupansi 115,56 persen untuk KAJJ dan 60,65 persen untuk KA lokal.
“Tingkat okupansi yang melebihi 100 persen terjadi karena adanya pola perjalanan penumpang yang fleksibel. Pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan, bukan hanya dari stasiun awal hingga tujuan akhir,” ujarnya.