Bisnis

Mulan Jameela Nilai Orang Indonesia Beda dengan Bule Jadinya Sulit

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Mulan Jameela mengatakan budaya masyarakat Indonesia berbeda dengan masyarakat di luar negeri atau orang bule yang sudah terbiasa menggunakan kompor listrik. Sehingga penerapan kebijakan kompor listrik untuk menggantikan kompor gas masih agak sulit.

“Kami di rumah saja punya kompor listrik tetap tidak bisa lepas dari kompor gas. Kenapa, karena masyarakat orang Indonesia ya beda bukan kayak masakan orang bule yang pancinya ukuran segitu, apalagi ada hajatan, mana cukup,” kata Mulan seperti dikutip dari YouTube Komisi VII DPR, Sabtu, (24/9/2022).

Selain soal budaya atau kebiasaan menurut Mulan, faktor lain seperti daya listrik setiap rumah yang berbeda yang penyebab sulitnya kebijakan ini. Sedangkan kompor listrik sendiri memiliki daya listrik yang cukup besar, sehingga khawatirnya tidak akan bisa terpakai untuk masyarakat kurang mampu.

“Bukan untuk mereka masyarakat yang masih kekurangan karena secara daya listrik juga mereka tidak mampu. Kita bahas masyarakat yang kekurangan daya listriknya 450 watt doang, ini kebutuhannya 1200 sampai 2800 watt,” jelas Mulan.

Dia menceritakan pengalaman pribadi menggunakan kompor listrik di kampung halamannya di Cisarua, Jawa Barat. Menurutnya karena tegangan listrik di wilayah tersebut tidak stabil menyebabkan listrik sering padam mendadak. Hal itu justru berdampak buruk bagi barang elektronik.

“Saya punya kompor listrik disana pak karena listriknya tidak stabil kayak di kota gitu ya, kompornya rusak. Coba, padahal tidak diapa-apain, hanya karena listrik tidak stabil,” ungkapnya.

Meski begitu, sebagai Anggota DPR, Mulan memahami latar belakang pemerintah yang ingin menerapkan kebijakan kompor listrik ini. Namun pemerintah juga harus mempersiapkan kebijakan ini dengan matang agar semuanya berjalan dengan baik.

“Kita tahu kementerian perindustrian hanya menjalankan mandat, tahu betul dan ini tujuannya untuk menekan laju impor gas LPG, dan bagaimana menyelesaikan masalah oversupply listrik. Tapi mbok ya dipikir ini bener-bener menimbulkan masalah lagi,” katanya

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button