Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membuka jalur pendakian Gunung Rinjani pada tahun 2025. Seiring dengan pembukaan tersebut, pihak TNGR mengingatkan para wisatawan dan pendaki untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
“Pendakian memang sebuah petualangan, tapi juga tanggung jawab. Mematuhi SOP adalah langkah awal sebagai pengunjung yang bijak untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, di Mataram, Selasa (1/4/2025) dikutip dari Antara.
Menurutnya, tujuan diberlakukannya SOP pendakian adalah memberikan pedoman bagi setiap pendaki agar perjalanan berlangsung aman, meminimalkan risiko kecelakaan, serta mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem Gunung Rinjani yang rapuh.
“Aturan bukanlah pembatas, melainkan pelindung yang memberikan kita kebebasan untuk menikmati alam dengan rasa aman,” tambahnya.
Dengan mengikuti SOP yang berlaku, diharapkan para pendaki dapat menciptakan pengalaman mendaki yang lebih bermakna, penuh penghargaan terhadap alam, dan tidak meninggalkan jejak kerusakan.
“Jangan hanya mendaki. Jaga juga keindahan Rinjani untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Balai TNGR juga mencatat bahwa kuota booking jalur wisata pendakian di Sembalun, Senaru, dan Torean yang dibuka sebanyak 400 orang per hari telah penuh untuk periode 3–10 April 2025.
“Mari menjadi pendaki cerdas. Tingkatkan kesadaran dan kepatuhan demi kelestarian alam dan keselamatan bersama. Kami juga mendorong pendaki untuk mendukung program zero waste selama melakukan pendakian,” tutup Yarman.