Wakil Ketua Komisi XI, Hanif Dakhiri menyatakan penurunan jumlah pemudik dan merosotnya perputaran uang pada Lebaran 2025, harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Penurunan jumlah pemudik dan perputaran uang saat Lebaran 2025 mencerminkan belanja masyarakat—terutama kelas menengah ke bawah—tidak sekuat tahun lalu. Ini sinyal penting,” kata Hanif kepada inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan Indonesia memang tidak sedang berada di fase pemulihan, tapi berada dalam tantangan menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan merata.
“Kalau konsumsi domestik mulai melambat, target ambisius pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, jelas akan makin berat. Untuk itu, pemerintah perlu memperkuat intervensi ke kantong rakyat,” tegasnya.
Caranya, dengan mempercepat realisasi belanja sosial dan infrastruktur padat karya, menjaga harga-harga bahan pokok tetap stabil, dan memastikan UMKM mendapat dukungan konkret.
“Masyarakat tidak bisa berharap pertumbuhan 8 persen tercapai kalau rakyat menahan belanja. Ini bukan hanya soal konsumsi, tapi soal kepercayaan publik terhadap arah ekonomi,” tandasnya.
Sebelumnya pada 18 Maret 2025, KADIN memprediksi perputaran uang pada Lebaran tahun ini akan merosot sebesar Rp19,4 triliun, dari putaran tahun sebelumnya.
Jika tahun sebelumnya mampu menorehkan putaran uang sebesar Rp157,3 triliun, tahun ini diproyeksikan perputaran uang di Lebaran 2025 hanya Rp137,9 triliun.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan faktor yang menyebabkan penurunan itu adalah jumlah pemudik yang berkurang. Turunnya angka pemudik disebabkan jarak libur Natal-Tahun Baru dan Idul Fitri yang sangat berdekatan. Penurunan jumlah pemudik, tentu berimbas pada besaran daya beli.
“Ini membuat masyarakat yang sempat berlibur selama akhir tahun tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat libur Idul Fitri,” ujar Sarman melalui keterangan tertulis, Jakarta.