Produsen Mobil China Bakal Ketiban Durian Runtuh dari Tarif Otomotif Trump


Produsen mobil China bisa jadi merupakan salah satu penerima manfaat yang mengejutkan dari perang dagang setelah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan tarif sebesar 25 persen pada kendaraan dan suku cadang mobil impor.

Gedung Putih berpendapat tarif tersebut diperlukan untuk melindungi industri otomotif AS dan memperkuat basis industri dan rantai pasokan negara itu. Menurut Biro Analisis Ekonomi, AS tahun lalu mengimpor suku cadang mobil, mesin, dan kendaraan senilai $475 miliar, terutama dari Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Kanada.

Kehadiran China di industri otomotif AS telah terbatas sejak Trump melancarkan perang dagang pertamanya pada 2018 dan mengenakan tarif pada barang-barang China senilai $380 miliar. Akibatnya, menurut JATO Dynamics, sebuah firma riset pasar otomotif, kendaraan ringan buatan China seperti mobil, van, dan sepeda motor hanya mewakili 0,4 persen dari penjualan kendaraan di AS pada 2024,

Kehadiran yang terbatas ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya pengenalan merek di AS bagi produsen mobil China dan tarif 100 persen yang dikenakan tahun lalu oleh mantan Presiden AS Joe Biden. 

Mulai 2027, AS juga akan melarang penjualan perangkat keras atau perangkat lunak “kendaraan terhubung” buatan China dengan alasan keamanan nasional. Sistem ini, yang umum ditemukan di kendaraan listrik, memungkinkan kendaraan untuk bertukar data melalui Bluetooth, Wi-Fi atau satelit.

Sam Fiorani, wakil presiden di AutoForecast Solutions, mengatakan produsen mobil China tidak terlalu terpengaruh secara langsung oleh tarif AS dibandingkan pesaing global mereka. Bahkan China akan mendapat keuntungan jangka panjang.

“Dengan merek-merek Eropa, Jepang, dan Korea Selatan yang terbebani secara finansial oleh pasar AS, pesaing merek-merek China kini telah melemah. Biaya berbisnis di AS akan merugikan setiap produsen mobil di pasar tersebut, tetapi produsen mobil China tidak bergantung pada AS untuk pendapatan yang signifikan,” kata Fiorani mengutip Al Jazeera.

Produsen mobil China, lanjut Fiorani, juga dapat memperoleh keuntungan karena pesaingnya menghadapi biaya yang lebih tinggi akibat tarif, sehingga berpotensi membuat mereka lebih kompetitif dalam hal biaya di pasar lain

Menurut para ahli, manfaatnya akan paling nyata di pasar mobil listrik, meskipun kendaraan tersebut masih belum bisa masuk ke AS. China mendominasi manufaktur kendaraan listrik dan produksi baterai. Tahun lalu perusahaan kendaraan listrik terbesarnya, BYD, melampaui Tesla milik Elon Musk dalam pendapatan global tahunan berkat penjualan domestik yang kuat.

China juga merupakan rumah bagi enam dari 10 produsen baterai EV teratas dunia. Para ahli mengatakan tarif tersebut juga akan merugikan calon pesaing BYD seperti Hyundai dari Korea Selatan, Nissan dari Jepang, serta BMW dan Mercedes dari Jerman.

Tu Le, pendiri dan direktur pelaksana Sino Auto Insights, mengatakan kebijakan tarif Trump dan dorongan terhadap manufaktur dalam negeri di AS dapat membuat merek Amerika kurang kompetitif dalam jangka panjang, yang pada akhirnya menguntungkan China.

“Kenyataannya, jika keadaan terus berlanjut seperti ini di industri otomotif AS, industri itu bisa jadi tidak kompetitif dalam empat tahun. Alih-alih berinvestasi dalam energi bersih atau infrastruktur pengisian daya, mereka justru berfokus untuk membawa pabrik-pabrik kembali ke Amerika Serikat,” kata Lu mengutip Al Jazeera.

Namun, pemasok suku cadang mobil China mungkin akan menderita dampak tarif yang lebih besar daripada produsen mobil karena ketergantungan mereka yang lebih besar pada pasar AS, menurut Nick Marro, ekonom utama untuk Asia di Economist Intelligence Unit.

“Produsen mobil China tidak banyak menjual di AS, terutama karena tarif tinggi untuk kendaraan listrik, yang cenderung didominasi merek China. Namun, produsen suku cadang mobil China secara historis menganggap AS sebagai pasar utama,” kata Marro kepada Al Jazeera.

“Jika gangguan terjadi, kemungkinan besar akan memengaruhi komponen perantara yang merupakan bagian dari rantai pasokan, yang dapat berdampak berantai pada perakitan akhir kendaraan AS.”