Para produsen otomotif Eropa mengaku ‘sangat khawatir’ dengan tarif baru yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap impor kendaraan buatan negara lain.
“Hal ini terjadi pada saat industri kami mengalami transformasi penting di tengah persaingan internasional yang kian meningkat,” kata Asosiasi Produsen Mobil Eropa atau European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA).
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Jumat (28/3/2025), Direktur Jenderal ACEA Sigrid de Vries mengatakan bahwa para produsen mobil di Eropa telah berinvestasi di AS selama beberapa dekade.
Investasi itu telah menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, dan menghasilkan pendapatan pajak yang besar bagi pemerintah AS.
“Kami mendesak Presiden Trump untuk mempertimbangkan dampak negatif tarif, yang tidak hanya dialami produsen mobil global tetapi juga manufaktur domestik AS,” kata de Vries.
Menurut ACEA, tarif tersebut tidak hanya akan berdampak pada impor AS dan denda yang kemungkinan besar harus dibayar oleh konsumen AS, tetapi juga terhadap suku cadang yang pada akhirnya akan merugikan produsen mobil AS.
Produsen Eropa mengekspor 50-60 persen kendaraan yang mereka buat di AS, sehingga memberikan kontribusi positif yang substansial terhadap neraca perdagangan AS, menurut asosiasi itu.
“EU dan AS harus terlibat dalam dialog untuk menemukan penyelesaian segera guna menghindari tarif dan konsekuensi perang dagang yang merugikan,” kata de Vries.
Trump pada Rabu (26/3/2025) menandatangani perintah eksekutif yang memungut tarif sebesar 25 persen pada impor mobil dan truk ringan buatan luar negeri.