Bisnis

Program Akademi MIND ID Langkah Positif untuk Pendidikan Indonesia

Jumat, 25 Nov 2022 – 18:30 WIB

Mungkin anda suka

Mahasiswa Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam (AKIPBA) Saat melakukan kunjungan ke area pertambangan – (Foto: Dok. MIND ID)

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai upaya Grup MIND ID yang mendirikan lembaga pendidikan adalah langkah yang positif. Sebab pemerintah dan industri harus bekerja sama untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

“Harus dikembangkan skema yang lebih strategis termasuk melibatkan industri. Pembiayaan pendidikan penting untuk mendapatkan dukungan dari industri melalui public private partnership,” jelas Ubaid di Jakarta, Jumat (25/12/2022).

Ubaid mengapreasiasi apa yang sudah Grup MIND ID lakukan dengan Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam (AKIPBA). Sebab lembaga pendidikan ini sebagai sarana untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pendidikan ini sangat baik,” jelas Ubaid.

Namun Ubaid menilai masih ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembiayaan pendidikan di daerah. Dia berharap, dunia usaha bisa mendukung akses terutama bagi kelompok yang selama ini masih tertinggal, pengembangan kualitas, dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan.

Menurutnya, industri juga punya peran penting dalam mengembangkan life long learning di luar pendidikan formal sekolah. Misalnya literasi digital, mengembangakan pendidikan berbasis komunitas, pemberdayaan perempuan, dan pendampingan anak-anak korban kekerasan.

Grup MIND ID Bangun AKIPBA

Sebagai informasi, MIND ID melalui anggotanya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mendirikan AKIPBA yang merupakan perguruan tinggi sebagai bentuk sinergitas dan komitmen Grup MIND ID untuk menyelenggarakan institusi pendidikan pertambangan yang unggul dan berkontribusi secara aktif dalam industri pertambangan nasional.

Selain itu, langkah ini untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi berbasis industri pertambangan bagi masyarakat Indonesia. Lembaga pendidikan ini juga untuk menyiapkan sumber daya manusia berakhlak mulia, terampil di bidang industri pertambangan dan memiliki daya saing di pasar global.

Terdapat tiga program studi (Diploma 1) di AKIPBA, yaitu Teknik Pengoperasian Alat Tambang (T-POT), Teknik Perawatan Alat Tambang (T-PAT), dan Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batu Bara (T-PHT). Program studi Teknik Pengoperasian Alat Tambang menyiapkan lulusannya sebagai Operator Pengoperasian Mesin dan Peralatan Pertambangan.

Sedangkan program studi Teknik Perawatan Alat Tambang menyiapkan lulusannya sebagai Operator Pemeliharaan Alat Tambang yang memiliki kompetensi dalam bidang pemeliharaan alat tambang. Adapun program studi Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batu Bara menyiapkan lulusannya sebagai Operator Mesin Pengolahan Hasil Tambang.

Di bawah naungan Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam (Yakasaba), seluruh peserta di AKIPBA mendapat beasiswa penuh hingga lulus. Hingga saat ini, Mahasiswa di AKIPBA sebanyak 291 orang (dari tahun 2019-2022) yang seluruhnya berasal dari Grup MIND ID. Dari 291 orang tersebut, total peserta didik yang telah lulus sebanyak 245 orang dan yang sedang aktif menjalani perkuliah sebanyak 46 orang.

AKIPBA Cetak SDM Berkualitas

Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, Niko Chandra, mengatakan langkah konkret ini pihaknya ambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam pemenuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan. Harapannya setiap lulusan mampu memberikan kontribusi positifnya di dunia pertambangan, sesuai dengan prinsip good mining practice.

“Grup MIND ID mendukung hadirnya pendidikan yang berkualitas di tengah masyarakat, harapannya lulusan terbaik dapat memberi kontribusi positif pada industri pertambangan ke depannya. Tidak hanya menghadirkan AKIPBA, namun Grup MIND ID juga menyediakan beasiswa penuh bagi mereka yang lulus seleksi,” tutur Niko.

Lulusan setiap program studi, lanjut Niko, telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang pertambangan. Program studi Teknik Pengoperasian Alat Tambang menyiapkan lulusannya sebagai operator pengoperasian mesin dan peralatan pertambangan.

Program studi Teknik Perawatan Alat Tambang menyiapkan lulusannya sebagai operator pemeliharaan alat tambang yang memiliki kompetensi dalam bidang pemeliharaan alat tambang. Adapun program studi Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batu Bara menyiapkan lulusannya sebagai operator mesin pengolahan hasil tambang.

“MIND ID mendorong semangat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan Budaya BUMN AKHLAK, terutama pada poin Kompeten, Terus Belajar dan mengembangkan Kapabilitas. MIND ID berharap banyak masyarakat yang memanfaatkan Beasiswa ini terutama untuk mereka yang membutuhkan,” tutup Niko.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button