Banten

Rajab Jinik: Dunia Mahasiswa Bukan Hanya Sekedar Dunia Akademisi

KENDARI – Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik, yang memiliki dasar dan kemampuan sebagai seorang Aktivis yang berkarya dalam pergerakan untuk meneriakkan hak masyarakat.

Begitu juga di dunia organisasi, menjadi jembatan yang membantunya untuk mencapai kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari beserta jabatan yang kini diembannya sebagai Ketua Komisi III.

Sosoknya dikenal dengan karakternya dalam mengkritik apa yang dikiranya sudah keluar dari jalur pengabdiannya dan mendengarkan apa yang menjadi pendapat masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik

Baca juga: Bappeda Sultra Laksanakan Kegiatan penilaian kinerja, upaya penurunan stunting

Ia mengatakan bahwa dirinya berawal dari mahasiswa biasa pada tahun 2002 yang mendaftarkan dirinya di Universitas Halu Oleo dan harus bekerja serabutan untuk membantu biaya kuliahnya hal ini di ungkapkan dirinya saat hadir di Inilahkendari Podcast pada Kamis (26/5/2022).

Namun hal itu tidak membuat dirinya berkecil hati untuk belajar, kemudian meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi dirinya dalam organisasi, tekat ini di buktikan dengan Bergabungnya dirinya dalam Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo pada tahun 2005.

“Posisi saat saya MPM ini sama dengan saat saya di DPRD jadi sudah ada dasar yang membentuk saya,” ungkap Rajab Jinik.

Legislator yang berasal dari fraksi Golkar ini selalu cepat dalam menerima pendapat yang diajukan masyarakat kepada dirinya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik

Baca juga: Dinsos Kendari Beri Pelatihan pada Puskesos Terkait Penguatan SDM Tentang SLRT

Selain seorang legislator dirinya masih terus aktif dalam dunia aktivis dan selalu bertukar pendapat baik itu dari pihak birokrasi dan organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya dunia perkuliahan bukan hanya tempat untuk mendapatkan pendidikan akademisi namun dia beranggapan bahwa dunia Universitas adalah tempat untuk menempa kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi.

Dirinya selalu menentang segala bentuk aksi dan demonstrasi yang memiliki motif tertentu dan ditunggangi oleh yang berkepentingan, ia menegaskan tentang seorang Aktivis harus berpegang teguh dalam norma pengabdiannya.

“Harus ada upaya untuk mengembalikan norma para aktivis masa kini,” tegas Legislator Golkar Kendari tersebut.

Terakhir dirinya selalu mengingatkan bahwa seorang Legislator tidak boleh anti kritik, selama kritik itu untuk kepentingan masyarakat kita harus terima dengan baik dan kita perlu ingat DPRD bekerja untuk masyarakat dan dibayar oleh masyarakat.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button