Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan dan kesejahteraan bagi para pekerja seni di industri film.
Hal ini seiring dengan wafatnya aktor kawakan, Ray Sahetapy akibat komplikasi penyakit, Selasa (1/4/2025). Belum lama dari itu, aktor senior lainnya Nasrullah, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Mat Solar, juga berpulang, Senin (17/3/2025) malam.
“Jadi memang kemarin ini ada workshop dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dan kami berharap memang banyak yang mungkin tidak aware ada BPJS Kesehatan. Banyak yang tahu, tapi BPJS Ketenagakerjaan juga saya kira penting,” kata Fadli saat melayat ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, tempat persemayaman Ray Sahetapy, Rabu (2/4/2025).
Menurut Fadli Zon, seniman dan kru perfilman perlu mendapatkan perhatian lebih terkait jaminan sosial dan kondisi kerja yang layak.
Fadli Zon menekankan BPJS Ketenagakerjaan seharusnya dapat memberikan perlindungan dalam berbagai situasi, termasuk apabila terjadi kecelakaan kerja.
“Kami ingin ada kesehatan kerja termasuk di dunia film. Walaupun kalau Bang Ray (meninggal dunia), karena ada penyakit yang sudah lama diderita, diabetes, ini memang penyakit yang banyak sekali, dulu disebut sebagai ibu dari segala macam penyakit,” jelasnya.
Selain jaminan sosial, Fadli Zon juga menyoroti kebijakan jam kerja di industri perfilman yang kerap kali melebihi batas wajar. Hal ini, menurutnya, dapat berdampak buruk pada kesehatan para pelaku industri film.
“Terutama kalau terkait dengan film, jam kerja juga sangat penting. Seringkali diforsir untuk syuting dan lain-lain yang waktunya kadang-kadang melebihi jam kerja. Itu yang membuat badan kita dipaksa,” katanya.
Fadli menegaskan perhatian terhadap kesehatan pekerja film harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para produser.
“Kita ingin ada kesehatan kerja termasuk di dunia film. Ini harus menjadi kesepakatan bersama dengan produser untuk selalu memperhatikan kesehatan dan kondisi kerja seluruh kru serta insan perfilman,” tegasnya.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan para seniman film dan pekerja di industri kreatif dapat memperoleh jaminan kesehatan yang lebih baik serta jam kerja yang lebih manusiawi.