Viral

Relawan Jokowi: Sehati Beda Pemikiran

Kamis, 01 Des 2022 – 20:14 WIB

Jokowi, Relawan, Gerakan Nusantara Bersatu, GBK, GBK Senaya, Stadion GBK, Relawan Jokowi, Bersatu,- inilah.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato saat menghadiri acara bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Meruncingnya hubungan PDIP dengan relawan Jokowi membuka tabir yang selama ini seolah terselubung yakni, tidak solidnya kalangan relawan. Sederhananya, masing-masing relawan kendati secara terbuka menyatakan mendukung Jokowi namun memiliki agenda yang berbeda. Sekjen Hasto Kristiyanto menyentil adanya mobilisasi yang dimaksudkan untuk mengakomodasi kepentingan elite relawan dalam acara di Stadion GBK pada Sabtu (26/11/2022) yang lalu.

PDIP merespons keras kegiatan yang dihadiri Jokowi dan menuai kontroversi lantaran Kepala Negara membeberkan ciri-ciri fisik pemimpin yang dianggapnya memikirkan rakyat. Bahkan dalam acara yang dihadiri ribuan massa itu terdengar suara dukungan agar Jokowi menjabat hingga tiga periode. Ketua Dewan Pengarah Musra Relawan Jokowi, Andi Gani Wea, mengakui adanya perbedaan pandangan di antara relawan. Sehati namun tidak sepemikiran.

“Ada yang mau tiga periode, ada yang cukup dua periode. Pak Jokowi sudah cukup meninggalkan legacy yang sangat panjang sangat luar biasa,” kata Andi Gani, mengakui adanya perbedaan pandangan di antara kalangan relawan, belum lama ini.

“Ini kan demokrasi, bunga-bunga demokrasi. Menurut saya biasa saja,” lanjutnya menegaskan perbedaan sikap di antara relawan bukan persoalan serius.

Dia juga menegaskan keinginan relawan yang berharap Jokowi tiga periode tidak didasari oleh dorongan dari pihak mana pun. “Saya pastikan independensi relawan sendiri, tidak ada dorongan apapun,” ujar Andi.

Meski begitu, dia menegaskan tidak sedikit relawan patuh konstitusi, yaitu mendukung masa jabatan presiden dua periode. “Kami berpedoman bahwa dua periode sudah cukup, kalau yang tiga periode ya hak mereka,” tandasnya.

Isu tiga periode Jokowi menjadi wacana yang terus berlanjut sejak mencuat pada 2019 yang lalu. Menariknya, wacana ini mulanya ditiupkan oleh elite parpol yang menjabat menteri, dan belakangan oleh kalangan relawan. Tak terkecuali Ketua Umum Projo, Budi Arie, yang bersama Andi Gani giat menggelar musra menjaring capres untuk diusung pada Pilpres 2024 sekaligus bersafari mengunjungi ketum-ketum parpol.

Sikap Jokowi yang mulanya tegas menolak menganggap wacana tiga periode dengan menyebut pihak yang mewacanakan hendak menampar wajahnya, belakangan memberi sikap yang mengambang. Isu ini muncul dan berlalu begitu saja, hingga terdengar lagi dalam acara Nusantara Bersatu di GBK itu.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, agenda di GBK merupakan bentuk mobilisasi yang sengaja digerakan untuk menyalurkan aspirasi elite relawan. Kegiatan yang digelar dengan demonstratif tersebut seolah menunjukkan relawan berupaya menekan Jokowi untuk memenuhi kepentingan segelintir elitenya. Hasto, dalam pernyataan resmi kepada media tidak menyinggung atau mengeritik mengapa Jokowi mau menghadiri acara yang menurut PDIP, berupaya menjerumuskan.

Andi Gani mengaku membaca keterangan resmi DPP PDIP tersebut, namun dia menepis adanya kepentingan elite relawan. Bahkan mempertanyakan siapa elite-elite yang dimaksud. “Begini, yang paling penting, relawan dengan partai tidak ada masalah apapun, itu penting. Relawan dan partai tidak ada sekat, saya tidak mengerti kenapa ada namanya elite relawan,” ujar Andi Gani.

Sentilan PDIP juga menyasar tokoh-tokoh militan relawan Jokowi seperti Budi Arie yang tidak menghadiri acara Nusantara Bersatu. Andi Gani menepis ketidakhadiran sejumlah tokoh relawan dijadikan indikator tidak solidnya barisan akar rumput pendukung Jokowi.

Dia mengaku bersama Budi Arie turut diundang menghadiri acara tersebut namun berhalangan hadir. “Kok agak lucu ketidakhadiran kami berdua sangat membuat timpang. Ini ada masalah apa?” tutur Andi, membela gelaran acara Nusantara Bersatu.

Andi Gani mengakui hingga kini belum mendapatkan jadwal pasti untuk bersafari dengan DPP PDIP membahas gelaran musra yang menempatkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menhan Prabowo Subianto sebagai kandidat kuat pilihan relawan di sejumlah daerah. Dia hanya berharap dalam waktu dekat, setidaknya pada Desember 2022 ini, bakal terjadi pertemuan.

Kendati demikian, Andi meyakini hubungan kalangan relawan dengan PDIP baik-baik saja, sekalipun pertemuan belum terjadi ditambah adanya tensi tinggi dengan sejumlah elite PDIP. Nampaknya, PDIP tidak memiliki kesamaan sikap dengan relawan Jokowi yang ambigu  “Hampir sudah ketemu semua ketua umum partai kok dengan PDIP enggak ketemu agak lucu juga,” ujar Andi Gani.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button