Inersia

Rinaldy Yunardi, Maestro Desainer Aksesoris Kelas Dunia yang Karyanya Dipakai Kaesang dan Erina

Tidak lama lagi, pernikahan Kaesang dan Erina akan segera digelar. Menuju hari pernikahan, keduanya kompak memamerkan foto prewedding mereka yang mengusung berbagai konsep busana daerah di akun instagram pribadinya. Busana adat yang mereka gunakan ialah adat Bali, adat Dayak, adat Lampung, dan adat Papua. Berbagai aksesori cantik turut melengkapi busana daerah yang mereka gunakan,  menambah kesan etnik. Aksesoris yang Erina gunakan ini sontak mencuri perhatian publik karena kemewahan dan kesukaran motif yang dipamerkan. Salah satu aksesoris kepala yang Erina gunakan untuk foto prewedding adalah  siger ragam daerah di foto-foto prewedding-nya.

Rinald Yunardi, adalah sosok maestro desainer aksesori yang mengukir perhiasan busana Erina di foto prewedding-nya. Selain dipilih menjadi desainer pernikahan Kaesang dan Erina, Rinaldy Yunardi ternyata adalah desainer ternama di dunia. Lantas, siapakah sosok Rinaldy?

Sosok Rinaldy Yunardi

Rinaldy ialah seorang desainer aksesori yang lahir di Medan. Pria yang lahir pada 13 Desember 1970 itu dibesarkan oleh sepasang orang tua pengrajin. Darah seni Rinaldy berasal dari pengusaha kerajinan tangan yang menciptakan berbagai tas sekolah dan tas kulit. Tanpa latar belakang di bidang seni atau desain, ia mulai membuat karyanya secara autodidak.

Menjadi seorang desainer aksesori bukanlah cita-cita atau dugaannya. Kisah Rinaldy menjadi desainer berawal dari ceritanya setelah lulus SMA. Selepas masa sekolah, ia bekerja di sebuah perusahaan ban mobil.  Saat bekerja di perusahaan tersebut, ia berkenalan dengan Kim Tong, yang merupakan seorang desainer gaun pengantin. Rinaldy diminta memasarkan hasil rancangan Kim Tong ke bridal house. Namun, pekerjaan baru ini tidak bertahan lama karena penjualan yang minim.

Kemudian pada tahun 1995, ia menemukan beberapa lembar akrilik dan pemotong kawat di sebuah pabrik. Bakat kerajinan tangan yang diperoleh dari kedua orang tuanya mendorong dia untuk memotong akrilik tersebut dan menggabungkannya menjadi sebuah aksesori berupa mahkota. Beragam model aksesori yang terekam di kepalanya saat bekerja dengan Kim Tong, semakin membuat mahkota buatannya terlihat unik.

Karya mahkota tersebut diperlihatkan Rinaldy kepada temannaya, desainer Sebastian Gunawan, lalu ke Didi Budiardjo. Dari sini, kemudian karyanya diterima luas dan menggunakan brand Rinaldy A Yunardi. Karya aksesoris buatannya kini sering ditampilkan dalam peragaan busana Sebastian Gunawan dan Didi Budiardjo.

Sejak saat itu, karyanya merambah ke dunia fashion. Kesempatannya menjadi desainer internasional pun terbuka ketika ia berkenalan dengan FayeLiyu, salah satu pendiri firma kehumasan dan konsultan fashion The Clique. Perusahaan itu berdiri pada 2016 dan berbasis di Hong Kong.

Prestasi dan Karya Rinaldy Yunardi

Rinaldy Yunardi Kaesang Erina
Salah satu desain aksesori Rinaldy yang dipakai Madonna. Foto : Antara

Selama 20 tahun karirnya, ia telah berkolaborasi dengan Coutorier Top Indonesia dan dunia. Rinaldy juga berkolaborasi dalam merek kontemporer untuk Runaway Show mereka. Karyanya telah ditampilkan di pameran media online dan cetak, seperti Harper’s Bazaar, Dewi Magazine, Tatler, Prestige, dan Vogue.

Desain Rinaldy telah dipesan dan dipakai oleh berbagai selebriti dunia, seperti, Lady Gaga, Madonna, Katy Perry, Kylie Jenner, Dita Von Teese, Erykah Badu, Ayumi Hamasaki, Aaron Kwok, Sammi Cheng, Jolin Tsai dan Joey Dung, dan banyak selebritas internasional lainnya. Ia juga ditunjuk sebagai anggota Asia Couture Federation sebagai satu-satunya desainer aksesoris pada tahun 2015.

Desain Aksesori Rinaldy
Desain faceshield karya Rinaldy juga dipakai Lady Gaga. Foto : akun instagram pribadi Rinaldy.

Karyanya ditampilkan dalam beberapa pameran fashion bergengsi regional dan dunia. Di Indonesia, karyanya ditampilkan pada event fashion Jakarta Fashion & Food Festival Fashion Icon Award, dan Forbes Indonesia “Rising Global Stars” Award. Tidak hanya itu, melansir dari situs resminya, ia dua kali memenangkan World of Weareable Art pada tahun 2017 dan 2019.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button