Fitur baru ChatGPT untuk menghasilkan gambar bergaya Studio Ghibli tengah jadi tren besar di internet. Tapi membludaknya permintaan dari pengguna justru membuat tim OpenAI kewalahan. CEO OpenAI Sam Altman bahkan secara terbuka meminta warganet untuk menahan diri.
“Bisa gak kalian chill dulu pakai fitur gambar? Ini gila, tim kami butuh tidur,” tulis Altman di platform X.
Permintaan itu disampaikan menyusul lonjakan trafik pemakaian fitur Ghiblifying, yang memungkinkan pengguna menciptakan ilustrasi bergaya anime seperti dalam Spirited Away hanya dengan mengetik prompt. Saat ada yang menyindir, “Kalau terus di-nerf (diperlemah), nanti orang berhenti pakai,” Altman menanggapi:
“Kami justru akan melakukan kebalikannya dari nerf. Tapi ya… tetap tolong chill.”
Dukung Tim, Bukan Ganti Tim
Seorang pengguna lain secara sarkastik menyarankan agar Altman “memecat timnya dan bikin tim baru.” Altman menjawab tegas:
“Tidak, terima kasih. Selain sedang membangun AGI, tim ini juga hampir membuat situs terbesar di dunia hanya dalam 2,33 tahun. Tim terbaik di dunia, cuma memang ini berat.”
Ghibli-Style Gratis Tanpa ChatGPT Plus?
Buat yang belum berlangganan ChatGPT Plus, ada alternatif lain untuk bikin gambar ala Studio Ghibli. Model AI seperti Gemini (Google) dan Grok (xAI milik Elon Musk) juga bisa menghasilkan visual bergaya anime, meski hasilnya mungkin lebih abstrak atau berbeda dari kehalusan GPT-4o.
Platform gratis seperti Craiyon, DeepAI, dan Playground AI juga memungkinkan pengguna membuat gambar dengan gaya Ghibli. Cukup ketik prompt seperti: “Portrait in Studio Ghibli style, lush forest background, soft colors” — dan biarkan AI bekerja.
Meskipun tak seakurat GPT-4o secara fotorealistik, berbagai tools ini tetap bisa menyajikan estetika imajinatif khas Ghibli—tentu dengan sedikit eksplorasi. Bagi Altman dan tim OpenAI, satu hal kini jelas: kreativitas warganet bisa jadi mimpi buruk infrastruktur—dan penyebab kurang tidur