Viral

Selain Indonesia, Empat Negara Ini Juga Punya Ritual dan Pawang Hujan

Pawang hujan Rara Istiani Wulandari masih jadi trending yang ramai warganet bicarakan. Hal ini karena aksi Rara Istiani Wulandari sempat viral saat ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aksi Rara Istiani di Mandalika menjadi sorotan khususnya para media asing. Aksi ini membuat mereka takjub karena baru pertama kalinya terjadi di ajang MotoGP. Terlepas komentar apapun soal kemunculan pawang hujan di Sirkuit Mandalika, tapi pawang hujan sendiri adalah sebuah profesi yang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Indonesia.

Biasanya pawang hujan ini banyak orang gunakan untuk sebuah acara-acara tertentu, kebanyakan adalah acara pernikahan. Karena sang empunya hajat menginginkan acara mereka berjalan lancar tanpa ada gangguan seperti hujan.

Selain acara penikahan, acara lain yang sering menggunakan jasa pawang hujan adalah pangelaran konser musik atau seni. Biasanya penyelenggara memberdayakan pawang untuk mencegah turunnya hujan agar acara tersebut lanjar dan tak terhenti karena hujan.

Namun, praktik-prakti penggunaan jasa pawang hujan terjadi tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebab beberapa negara juga memiliki kearifikan lokal yang sama dengan Indonesia, meski dalam penerapan dan praktiknya agak sedikit berbeda.

Berikut empat negara yang juga menggunakan pawang hujan;

1. Afrika Selatan

Negara Afirka Selatan sama seperti Indonesia yang memiliki banyak kearifan lokalnya yang unik. Bahkan meraka juga punya ritual-ritual lain yang menjadi kepercayaan di masyarakat.

Seperti pada Suku Pedi di Afrika Selatan yang juga mempunyai pawang hujan. Profesi ini sering masyarakat pakai untuk mengusir dan memanggil hujan. Masyarakat biasanya menyebut sang pawang dengan “Moroka”.

Tradisi yang melekat di Suku Pedi saat melakukan ritual adalah dengan memberikan uang atau persembahan kepada Moroka. Hal ini masyarakat lakukan agar mereka bisa memilih awan apa yang akan Moroka panggil atau usir.

Semakin besar persembahan yang masyarakat berikan, maka besar juga keberhasilannya.

Dalam ritualnya, Moroka bisanya menggunakan sejumlah benda. Untuk memanggil hujan Moroka biasanya menggunakan tanduk ajaib yang ditempatkan di gua, bir, dan jagung.

2. Jepang

Di Negara Jepang ternyata pawang hujan juga biasa mereka lakukan. Teru Teru Boza adalah ritual sekaligus nama pawang hujan kepercayaan mereka. Teru Teru Boza adalah sebuah boneka kecil yang terbuat dari kertas atau kain putih yang diikat dengan tali lalu digantung di jendela.

Masyarakat Jepang percaya jika mereka mengantung Teru Teru Boza dapat memanggil cuaca cerah pada esok hari

“Teru teru” sendiri artinya bersinar, sedangkan “Bozu” adalah biksu Buddha.

Berdasarkan cerita Teru Teru Bozu konon beradal dari Tiongkok pada periode Heian. Legenda mengatakan bahwa Teru Teru Bozu awalnya adalah seorang gadis yang membawa sapu yang masyarakat percaya akan menyapu awan karena menyelamatkan kota dari amukan badai besar.

Teru Teru Bozu juga bisa untuk memanggil hujan juga. Caranya dengan menggantung bonekanya dalam keadaan terbalik, konon hujan bisa turun.

3. Thailand

Negara tetangga Indonesia seperti Thailand juga memiliki tradisi pawang hujan. Cara ritualnya mirip dengan yang ada di Indonesia. Jika masyarakat Indonesia biasanya menancapkan cabai dan bawang di lidi kemudian menancapkannya ke tanah, untuk masyarakat Thailand juga serupa.

Namun yang membedakan di Thailand ini dengan menancapkan Serai dengan posisi terbalik. Serai yang ditancapkan juga harus berada di tanah seorang gadis perawan. Yang menjadi pawang hujannya sendiri adalah harus seorang gadis yang masih perawan juga. Dengan ritual ini masyarakat menyakinan hujan akan berhenti. Tradisi dan ritual ini sudah berjalan selama berabad-abad di Thailand.

4. Inggris

Pawang hujan dan ritualnya ternyata tidak hanya berada di negara-negara Asia dan Afrika saja. Sebab di Eropa yang sudah modern khususnya di Inggris juga punya ritual dan jasa pawang hujan. Namun tarifnya cukup mahal karena mereka menggunakan teknologi canggih. Meski mahal, keakuratan jasa ini mencapat 90 persen ketimbang pawang hujan lainnya.

Seperti jasa yang perusahaan Oliver’s Travel tawarkan, dengan modal pesawat terbang dan alat lainnya. Seminggu sebelum hari H, pesawat akan terbang ke lokasi dengan menyebar partikel Iodida. Nah, nantinya hujan bakal turun lebih cepat sebelum acara, sehingga pada hari H dipastikan akan cerah.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button