Ototekno

Starlink: Internet Masa Depan atau Mimpi Buruk Keamanan Nasional?


Starlink, layanan internet berbasis satelit yang digawangi oleh Elon Musk melalui SpaceX, telah resmi beroperasi di Indonesia sejak Mei lalu. 

Dengan sekitar 5.000 satelit yang telah diorbitkan, layanan ini menjanjikan koneksi broadband berkecepatan tinggi yang dapat diakses bahkan di lokasi terpencil. 

Sebelum memutuskan untuk mencoba untuk berlangganan, penting bagi calon pengguna untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari layanan ini.

Kelebihan Starlink

1. Kecepatan Internet Tinggi: Starlink menawarkan kecepatan unduh yang berkisar antara 25 Mbps hingga 300 Mbps, menjadikannya salah satu layanan internet tercepat yang tersedia di pasar.
  
2. Latensi Rendah: Menggunakan satelit LEO (Low Earth Orbit) yang mengorbit lebih dekat ke Bumi dibandingkan satelit GEO, Starlink menawarkan latensi sekitar 25 ms, jauh lebih rendah dibanding layanan satelit lain yang bisa mencapai 600 ms.

3. Cakupan Luas: Dapat diakses di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan internet kabel, memberikan solusi konektivitas bagi lokasi yang sebelumnya belum terlayani.

4. Instalasi Mudah: Pelanggan dapat mengatur sendiri perangkat keras yang diberikan dalam paket Starlink Kit, yang mencakup router, antena, dan perangkat pendukung lainnya, dengan panduan dari aplikasi Starlink.

Kekurangan Starlink

1. Biaya Langganan Tinggi: Dibandingkan dengan ISP lokal, Starlink mematok harga yang lebih tinggi, yaitu Rp 750.000 per bulan untuk paket dasar, belum termasuk biaya pembelian perangkat awal yang juga mahal.

2. Ketergantungan pada Lokasi yang Lapang: Untuk penerimaan sinyal yang optimal, perangkat Starlink harus dipasang di lokasi terbuka tanpa penghalang, yang mungkin tidak cocok untuk pengguna di apartemen atau daerah padat penduduk.

3. Latensi Masih Kalah dengan Fiber Optic: Meskipun latensinya rendah untuk standar internet satelit, Starlink masih memiliki latensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan layanan internet fiber optic yang dapat lebih rendah hingga 6 ms.

4. Kekhawatiran Keamanan: Sebagai layanan yang dioperasikan oleh perusahaan asing, kekhawatiran muncul terkait kontrol data dan keamanan nasional, karena infrastruktur tidak melalui operator lokal.

Implikasi bagi Indonesia

Starlink membuka peluang besar bagi akses internet di daerah terpencil Indonesia, namun juga mengundang pertanyaan penting mengenai regulasi, keamanan, dan keadilan ekonomi. 

Penting bagi pemerintah dan regulator untuk menimbang dampak jangka panjang dari layanan ini, tidak hanya dari sisi teknologi dan ekonomi, tetapi juga keamanan nasional.

Kesimpulannya, Starlink menawarkan teknologi revolusioner dengan kecepatan tinggi dan cakupan luas, namun dengan biaya yang mungkin masih menjadi pertimbangan penting bagi calon pengguna di Indonesia. Sebelum berlangganan, penting untuk menimbang semua aspek, termasuk biaya dan kebutuhan instalasi.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button