News

Survei Indikator: Medali Emas Sepakbola SEA Games Kerek Elektabilitas Etho

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir (Etho) merupakan sosok paling potensial untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hal ini merujuk hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi peningkatan elektabilitas atau tingkat keterpilihan Etho tidak terlepas dari keberhasilan Timnas Indonesia U-22 membawa pulang medali emas sepakbola di SEA Games 2023 Kamboja.

“Menjelaskan Erick Thohir seperti stating the obvious atau menjelaskan yang sudah jelas yakni karena momentum medali emas sepak bola Indonesia,” kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (4/6/2023).

Terungkap, hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 26-30 Mei 2023 menyatakan, elektabilitas Etho dalam bursa nama cawapres meningkat hingga mencapai 15,5 persen. Hasil ini menempatkan Etho di posisi teratas bursa cawapres.

Burhanuddin menyebut, Etho mengungguli politikus lainnya yang juga disebut-sebut potensial maju sebagai cawapres seperti Ridwan Kamil, Mahfud MD, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain terkait posisi ketua umum PSSI, Burhanuddin mengatakan, raihan prestasi sebagai Menteri BUMN juga diyakini berkontribusi terhadap elektabilitas Etho.

Lebih lanjut, Burhanuddin menilai, nama Etho sebagai cawapres juga semakin menguat di masyarakat.

Terkait survei Indikator Politik Indonesia, target populasi jajak pendapat ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cell phone, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). Metode RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.230 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button