Teknik DSA Dinilai Ampuh untuk Diagnosis dan Terapi Stroke


Serangan stroke secara mendadak harus ditangani dengan cepat dan tepat. Saat ini, stroke menjadi mesin pembunuh paling ‘horor’ di Indonesia. 

Menurut Dr Ricky C Kohar, dokter spesialis neurologi intervensi, stroke harus segera ditangani dalam 4,5 jam pertama (golden period), untuk memaksimalkan peluang kesembuhan.

“Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin berkurang risiko kerusakan otak yang lebih luas,” ungkap Ricky, Jakarta, dikutip Senin (31/3/2025).

Seiring berkembangnya teknologi Kesehatan, kata Ricky, kini terdapat Teknik DSA untuk diagnose dan terapi stroke. Di mana, DSA (Digital Subtraction Angiography) merupakan prosedur pemeriksaan diagnostic semi invasif yang dilakukan untuk memberikan gambaran penyumbatan, pendarahan, atau kelainan pembuluh darah otak.

Teknik DSA, kata dia, dapat diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien stroke sumbatan pada rentang waktu serangan yang baru terjadi dan stroke pendarahan, akibat pecahnya pembuluh darah abnormal yang rapuh.

Metode DSA dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pangkal paja atau pembuluh darah tangan. Kemudian, alat kateter dimasukan ke target yang dicurigai terdapat kelainan.

“Pemeriksaan DSA ini biasanya membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam, di mana pasien dalam kondisi sadar, hanya mendapatkan bius lokal di bawah pantuan dokter,” kata Ricky.

Namun, tidak semua rumah sakit (RS) yang memiliki layanan penyakit stroke yang mumpuni. Saat ini, Siloam Hospitals Bogor memiliki sertifikasi stroke ready hospital. “Mulai dari awal pengobatan hingga pada kelangsungan program rehabilitasi medis yang juga berperan penting,” papar Ricky.

Masih kata Ricky, meski dinilai minim risiko, namun tindakan DSA tidak disarankan bagi pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal dan hipersensitif terhadap media kontras yang mengandung iodium

“Teknik DSA ini dapat membantu mengevaluasi stroke dan mencegah serangan kedua pada para penderita stroke selain pentingnya untuk rutin kontrol ke dokter, menjaga pola hidup, kelola stress,” pungkasnya.