Tidak Ada WNI Jadi Korban Serangan Teroris di Gedung Konser Dekat Moskow

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban dalam serangan teroris di gedung konser Crocus City Hall di Krasnogorsk, sebuah kota yang terletak di barat ibu kota Rusia, Moskow.

Otoritas Rusia melaporkan bahwa serangan yang terjadi pada Jumat malam (22/3/2024) waktu setempat itu menyebabkan setidaknya 93 orang meninggal dunia dan lebih dari 140 lainnya luka-luka.

“KBRI Moskow segera berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menjalin komunikasi dengan masyarakat Indonesia di Rusia. Hingga saat ini, belum ada indikasi adanya WNI yang menjadi korban,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/2/2024) malam.

Dia juga mengatakan bahwa KBRI Moskow telah mengimbau masyarakat Indonesia di Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa waktu mendatang saat pihak keamanan Rusia tengah memperketat keamanan menyusul serangan tersebut.

“Segera hubungi hotline KBRI Moskow apabila mengalami situasi kedaruratan,” kata dia.

https://i0.wp.com/c.inilah.com/reborn/2024/03/wni_moskow2_a7a8ad435d.jpg
Otoritas Rusia melaporkan bahwa serangan yang terjadi pada Jumat malam (22/3/2024) waktu setempat itu menyebabkan setidaknya 93 orang meninggal dunia dan lebih dari 140 lainnya luka-luka. (Foto: TASS)

Serangan di Crocus City Hall dilancarkan oleh sekelompok pelaku bersenjata yang hingga saat ini masih belum teridentifikasi. Menurut saksi mata, sekelompok pelaku serangan tersebut melepaskan tembakan secara acak ke orang-orang di Crocus City Hall sebelum dimulainya konser grup band lokal Piknik.

Dilaporkan juga telah terjadi ledakan dan kebakaran yang menghancurkan sepertiga gedung konser tersebut. Adapun komisi penyelidikan setempat menyatakan kejadian tersebut sebagai ‘serangan teroris’.

Aparat keamanan yang terdiri dari pasukan gerak cepat Rosgvardia (SOBR), polisi anti huru-hara (OMON), serta pemadam kebakaran dan tim paramedis dengan 50 ambulans diterjunkan untuk mengevakuasi korban aksi teror itu dan mengamankan lokasi kejadian.

Merespons kejadian tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa terhadap semua korban serangan dan berharap semua korban yang cedera akibat kejadian tersebut segera pulih.

Putin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dokter yang bekerja keras menyelamatkan korban.
 

Sumber: Inilah.com