Banten

Usai Mobil Ambulance Kehabisan Bensin, Wali Kota Kendari Harap Penanganan Pasien Lebih Responsif

KENDARI – Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir usai mendengar keluhan salah seorang pasien asal Puskesmas Poasia, akibat mobil ambulance yang membawanya untuk persalinan menuju RSUD Kota Kendari mogok kehabisan bensin, akan melakukan perbaikan agar penanganan pasien selalu responsif.

Usai melahirkan, RSUD Kota Kendari menyatakan bahwa bayi tersebut meninggal dunia. Wali Kota berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi.

“Ini sangat disayangkan karena ini merupakan masalah teknis, saya selalu mengingatkan teman-teman agar dalam pelayanan kita selalu responsif, supaya nanti tidak ada lagi kasus yang terjadi seperti ini,” ujar Wali Kota Kendari, usai kegiatan forum Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Puluhan Kios Pedagang Pasar Mandonga Tanpa Pemberitahuan Disegel

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Dinkes) Kota Kendari, Dr. Rahminingrum menjelaskan, proses kelahiran bayi itu, telah sesuai dengan standar.

Namun, karena kehamilan  sudah memasuki usia 10 bulan dan kondisi bayi berada dalam kondisi yang sedang tidak baik.

“Bayi tidak menangis karena tersumbat jalan nafas karena bayi sdh meminum air ketuban. Di tangani dengan penanganan asfiksia di puskesmas sambil mempersiapkan rujukan ke rsud kota kendari”, ujarnya Rahmaningrum, lewat pesan Whatsapp.

Back to top button