Wajah Tegar Surya Sahetapy Antarkan Sang Ayah ke TPU Tanah Kusir


Usai disalatkan di Masjid Istiqlal, jenazah aktor senior Ray Sahetapy langsung dibawa dengan ambulans menuju TPU Tanah Kusir, Jakarta, untuk dimakamkan pada Jumat (4/4/2025) siang.

Berdasarkan pantauan Inilah.com, jenazah Ray digotong oleh kerabat dan anak-anaknya menuju ambulans pada pukul 12.53 WIB.

Terlihat wajah anak-anaknya begitu tegar, terutama Surya Sahetapy yang mengenakan kacamata dan baju berwarna hitam. Ia berada di barisan depan saat menggotong jenazah sang ayah.

Sementara itu, Raya Sahetapy mengenakan kemeja dan kopiah hitam, sedangkan Rama Sahetapy mengenakan baju koko berwarna putih di barisan belakang.

Keluar dari Pintu As-Salam Masjid Istiqlal, jenazah Ray dimasukkan ke dalam ambulans berwarna putih menuju TPU Tanah Kusir. Anak-anak Ray turut masuk ke dalam ambulans sembari memberikan penghormatan terakhir.

Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) pukul 21.04 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ia wafat dalam usia 68 tahun.

Jenazah sempat disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto sejak Rabu (2/4/2025). Pemakaman Ray sempat tertunda karena keluarga masih menunggu putranya, Surya Sahetapy, yang sedang dalam perjalanan dari AS ke Indonesia. Surya tiba di Rumah Duka C pada Kamis (3/4/2025) malam.

Surya sempat memberikan keterangan melalui akun Instagramnya @suryasahetapy. Ia mengaku terguncang mendengar kabar ayahnya menghembuskan napas terakhir ketika berada di Negeri Paman Sam.

“Para perantau yang pernah merasakan pengalaman kehilangan anggota keluarga dari tempat yang jauh,” tulis Surya.

“Speechless … Kalian hebat untuk menghadapi itu! Pengalaman ini rasanya sulit sekali untuk diuraikan bahkan dibayangkan melalui bahasa isyarat dan bahkan tulisan. Jaga kesehatan!,” sambungnya.

Sementara itu, Raya tidak menyangkal bahwa sang ayah memiliki wasiat untuk dimakamkan di pemakaman keluarga Sahetapy di Palu, Sulawesi Tengah.

Namun, keluarga memutuskan untuk terlebih dahulu menguburkannya di TPU Tanah Kusir agar prosesi pemakaman dapat dilakukan sesuai syariat Islam.

“Sebenarnya, ayah ingin dimakamkan di makam keluarga Sahetapy di Palu. Namun, karena kami ingin prosesi pemakaman dilakukan secara Islam, maka untuk sementara beliau dimakamkan di Tanah Kusir. Mungkin dalam satu hingga dua tahun ke depan, jenazah ayah akan dipindahkan ke makam keluarga di Palu,” ujar Raya.