Museum Nasional Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Gajah, terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, menjadi pilihan libur Lebaran warga, Rabu (2/4/2025).
Setelah sebelumnya sempat ditutup, museum yang penuh sejarah ini baru kembali dibuka dan langsung ramai dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda di hari libur Lebaran.
Pantauan inilah.com di lokasi, Museum Gajah tampak tak kalah ramai dibandingkan dengan tempat wisata lainnya di Jakarta. Terlihat antrean panjang di loket masuk, menandakan tingginya antusiasme pengunjung yang memilih tempat ini untuk berlibur.
Balindra (38) warga Cinere, Depok Jawa Barat menyebut dirinya datang ke Museum Nasional lantaran bosan dengan tempat wisata lainnya di Jakarta, seperti Ragunan dan Ancol. Tidak hanya itu, ingin mencari suasana liburan baru juga menjadi alasan Balindra mengunjungi Museum Nasional.
“Kalau ke Ragunan enggak Lebaran juga kita sering ke sana, Ancol juga. Sekali-kali nyari suasana baru,” kata Balindra saat ditemui inilah.com di Museum Nasional.
Selain itu, ia mengaku juga ingin anaknya yang masih berusia empat tahun merasakan tempat wisata yang lebih edukatif. “Sekalian bawa anak, biar ngerasain museum gini dari kecil,” ujar Balindra.
Adapun, Museum Nasional yang menawarkan wisata edukatif dan murah dengan tiket masuk seharga Rp25.000 untuk dewasa dan gratis untuk anak di bawah 3 tahun, menjadi alternatif menarik di tengah kebosanan masyarakat yang biasanya berlibur ke Ragunan atau Ancol.
Meski tiket masuk dapat dibeli secara online, banyak pengunjung yang memilih untuk membeli tiket secara langsung di loket.
Ruang ImersifA Jadi Daya Tarik
Salah satu daya tarik utama yang membuat Museum Gajah lebih menarik adalah pertunjukan ImersifA, sebuah instalasi video mapping yang mengajak pengunjung merasakan pengalaman visual yang luar biasa. Tiket untuk pertunjukan ini seharga Rp35.000, di luar tiket masuk museum, dan hanya dapat dibeli di loket.

Ruang ImersifA merupakan instalasi permanen yang terletak di Gedung A Museum Nasional dengan ukuran 12 m x 21 m. Pertunjukan berdurasi 30 menit ini menggunakan teknologi video mapping yang diproyeksikan 360 derajat, termasuk pada lantai, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi seolah-olah berada di dalam video tersebut.
Konten yang disajikan mengangkat sejarah Indonesia dengan tema alam, masyarakat, dan budaya dari masa ke masa.