Inersia

Waspada, Indonesia Berpotensi Jadi Sarang Pandemi Baru

Peneliti Global Health Security dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi sarang pandemi baru karena berbagai alasan, salah satunya adalah lokasinya serta penduduknya.

Dari segi lokasi, diketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di Asia Tenggara dengan kekayaan alam liar yang beragam dan terkaya salah satunya di dunia.

“Indonesia memiliki dan berlokasi di daerah tropis dan memiliki alam liar salah satu yang terbesar terkaya terberagam di dunia ini,” kata Dicky pada Inilah.com, Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Selanjutnya, dari sisi penduduknya, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Akan tetapi jumlah ini tidak sejalan dengan tingkat literasi Indonesia yang dinilai masih rendah sehingga membuat tingkat kerawanan terhadap penyakit menjadi semakin tinggi.

“Dan di sisi lain penduduk yang besar, literasi yang rendah membuat kerawanan semakin tinggi,” ujar Dicky.

Dicky menganggap gaya hidup masyarakat Indonesia masih dianggap tidak higienis dan berbahaya karena masih menyembelih, berburu dan mengkonsumsi hewan dengan cara yang tradisional. Hal ini dinilainya dapat membuka peluang lompatan virus yang berasal dari hewan ke manusia.

“Kita melihat cara penduduk kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan itu cara tradisional sehingga itu membuka peluang terjadinya lompatan-lompatan itu,” kata Dicky.

Selain itu, mayoritas pasar di Indonesia merupakan pasar basah yang banyak menjual hasil bumi langsung dari peternak dan petaninya. Pasar tersebut umumnya belum menerapkan prinsip keamanan dan pencegahan terhadap potensi penyakit yang berasal dari daging hewan yang dijualnya.

“Jadi orang sudah dari hutan sehingga lahirnya penyakit baru karena sebagian besar belum menerapkan prinsip prinsip keamanan, prinsip-prinsip pencegahan ini yang terjadi,” ujar Dicky.

Jarak antara peternakan dengan pemukiman warga yang tidak jauh serta belum memenuhi standar biosekuriti berpotensi juga menimbulkan virus baru yang berasal dari hewan ternak tersebut. Salah satu standarnya yaitu dengan meminimalkan kontak dengan hewan.

“Jadi kita melihat orang ke kandang ayam atau burung enggak pakai masker atau sarung tangan. Atau melihat orang di pasar sembelih ayam tanpa masker atau sarung tangan,” jelas Dicky.

Oleh karena itu, Dicky menyebut masyarakat Indonesia jangan heran bila kita dapat melahirkan penyakit atau virus baru. Menurutnya karena tidak ada regulasi yang mengatur jelas mengenai tata cara mengolah hewan menjadi barang jual atau konsumsi, Indonesia sangat berpotensi terjadi pandemi baru.

“Regulasi di kita nggak ada dan apakah itu yang membuat Indonesia berpotensi, itu sangat dan pernah. Contohnya kita pernah menjadi salah satu penyumbang avian flu dan sampai sekarang jadi sarangnya avian flu,” kata Dicky.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button