Viral

Jaringan Teroris di Bandung Terkait Tiga Organisasi, Incar Anak Muda sebagai Pengikut

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar buka suara soal pemetaan jaringan teroris menyusul terjadinya aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Untuk wilayah Bandung, Boy menyebut jaringan teroris itu berasal dari tiga organisasi.

“JAD (Jemaah Ansharut Daulah), ada yang latar belakangnya NII (Negara Islam Indonesia). Mereka yang kaitan Jemaah Islamiyah (juga) ada. Karena mereka bermetamorfosis, merubah bentuk, membungkus kegiatan-kegiatannya dengan kemanusiaan. Bisa seperti itu,” kata Boy di Jakarta pada Rabu (7/12/2022).

Ia menjelaskan, BNPT selalu melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap anak muda. Langkah ini demi memberantas jaringan teroris yang kerap mengincar pengikut dari kalangan muda.

“Makanya kita perlu terus memperkokoh memperkuat identitas kita, melakukan sosialisasi pembinaan kepada anak-anak muda. Ini anak-anak muda yang mudah terkena,” ujarnya.

“Jangan sampai anak-anak muda kita, dijadikan alat untuk melakukan kekerasan, yang mana tujuan-tujuannya itu untuk menunjukkan eksistensi diri mereka,” sambungnya.

Mantan Kadiv Humas Polri ini juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam memberantas jaringan teroris.

“Jadi perlu kerja sama dengan semua pihak. Tidak cukup hanya dengan unsur-unsur aparatur aparat pemerintahan, aparat keamanan, tapi kita semua,” kata Boy menegaskan.

“Karena dia (teroris) masuk dalam lingkungan masyarakat, dia masuk. Jadi ketika dia masuk, di situ lah mulai penyebar luasan benih-benih kepada warga kita,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana mengatakan, ada 11 orang menjadi korban aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jabar, Rabu pagi sekitar pukul 08.20 WIB. Dari 11 orang ini, satu anggota polisi tewas, sedangkan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sedangkan pelaku bom bunuh diri tewas di lokasi.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button